200 Anak Yatim Piatu dan Dhuafa Terima Santunan dari Yayasan Kirana Larasati

SIMBOLIS : Ketua SH Terate Cabang Bojonegoro Pusat Madiun, Wahyu Subakdiono (baju putih), saat menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu.

SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro – Bulan Muharram atau bulan Sura dalam penanggalan Jawa adalah salah satu bulan yang dimuliakan. Seperti pada tahun tahun sebelumnya, pada bulan Muharram 1444 Hijriyah ini, Organisasi Persaudaraan Setia Hati (SH) Terate Cabang Bojonegoro, melalui Yayasan Kirana Larasati, menggelar santunan anak yatim-piatu.

Penyerahan santunan dilakukan oleh jajaran pengurus SH Terate Cabang Bojonegoro dan pengurus Yayasan Kirana Larasati Bojonegoro di Padepokan SH Terate Jln Kolonel Sugiono Bojonegoro, Jum’at (28/7/2023).

Sedangkan dana untuk santunan ini dihimpun dari para donatur dan warga SH Terate Cabang Bojonegoro Pusat Madiun.

Dalam sambutannya Ketua Yayasan Kirana Larasati, Djamari mengatakan, bahwa kegiatan santunan anak yatim-piatu dan kaum dhuafa ini adalah program rutin yang dilaksanakan setiap bulan Sura.

“Kegiatan santunan ini adalah bentuk ungkapan rasa syukur, atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Dan yayasan Kirana Larasati mengucapkan terima kasih kepada para donatur atas kepercayaan yang diberikan untuk menyalurkan santunan ini,” kata Djamari.

Ditemui di lokasi kegiatan, Ketua Panitia Bambang Prasetyo menambahkan, bahwa total yang akan mendapat santunan dari yayasan Kirana Larasati sebanyak 200 anak yatim-piatu dan dhuafa. Penyaluran tidak hanya dilakukan di satu tempat, tetapi dibagi di tiga wilayah yakni, Bojonegoro, Boureno dan Purwosari.

Baca Juga :   Ramadhan Kebutuhan Listrik Meningkat

“Untuk pemerataan, kegiatan santunan ini kami laksanakan di tiga wilayah timur, tengah dan barat. Wilayah tengah, hari ini kami menyalurkan santunan untuk 66 anak yatim-piatu dan dhuafa di Padepokan Cabang yang merupakan titik kegiatan wilayah tengah, selanjutnya besok Minggu di Baureno dan terakhir di Purwosari,” ujarnya.

Sementara Ketua SH Terate Cabang Bojonegoro Pusat Madiun, Wahyu Subakdiono menjelaskan, bahwa santunan anak yatim-piatu, kaum dhuafa dan perilaku derma lainnya merupakan implementasi dari ajaran SH Terate.

“Pembentukan yayasan Kirana Larasati ini adalah sebuah upaya untuk mewujudkan ajaran dari Persaudaraan Setia Hati Terate. Salah satunya adalah wejangan yang sangat akrab di telinga kita yaitu aja seneng gawe susah ing liyan, apa susahe gawe seneng ing liyan,” papar sesepuh SH Terate Bojonegoro yang akrab disapa Kangmas Wahyu ini.

Kangmas Wahyu berharap, semoga dengan kegiatan santunan ini semakin mengasah kepekaan dan kepedulian seluruh warga SH Terate.

“SH Terate dibentuk untuk melahirkan insan berbudi pekerti luhur dan bermanfaat bagi orang lain, sebab sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya,” pungkasnya.(sam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *