SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyambut baik para warga Setia Hati (SH) Terate Rayon Sumbertlaseh, Ranting Dander, Cabang Bojonegoro, Pusat Madiun, memberikan santunan kepada anak-anak yatim dan piatu di desanya, Jumat (28/07/2023).
“Saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para warga Desa Sumbertlaseh yang bergabung di SH Terate Rayon Sumbertlaseh atas santunannya kepada anak yatim dan piatu ini,” kata Kepala Desa (Kades) Sumbertlaseh, Shofilin.
Dia turut mendoakan agar kegiatan itu dapat membawa berkah dan manfaat bagi semua orang. Selain itu kedepannya dia berharap supaya program-program bagus seperti yang telah terlaksana akan terus berlanjut dan menjadi lebih baik dari tahun ke tahun.
“Mari kita bersama-sama mendoakan mereka agar senantiasa diberikan kesabaran, kekuatan, dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan ini,” ucapnya.
Sementara Ketua SH Terate Rayon Sumbertlaseh, Badrus Sholeh mengatakan, kegiatan santunan kepada para anak yatim dan piatu di Desa Sumbertlaseh dihelat bertepatan Hari Asyura atau hari ke 10 bulan Muharram.
“Sebanyak 34 anak-anak yatim maupun piatu yang mendapatkan santunan dari saudara-saudara warga SH Terate Rayon Sumbertlaseh,” kata Badrus Sholeh kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (28/07/2023).
Dia menjelaskan, bahwa terdapat tradisi di SH Terate mengisi hari Asyura. Pada malam harinya biasa digelar malam tirakatan dengan sajian makanan khas disebut bubur syuran. Di mana terkandung makna filosofis yang terkandung di dalamnya.
“Para sesepuh dahulu sering menyembunyikan keilmuan dalam simbol tertentu. Misalnya bubur syuran. Maksudnya agar ilmu itu sampai kepada siapa yang sesuai kadarnya. Jadi tidak diwedar sembarangan. Selain itu harus ‘empan dan papan’ (pada waktu dan tempat yang tepat),” jelasnya.
Pria bersahaja ini menambahkan, pada bulan Muharram pula warga SH Terate disahkan. Salah satu syaratnya adalah menyembelih ayam jago yang telah diperiksa kesehatannya. Harapannya, agar para warga SH Terate dapat menjadi jago-jagonya masyarakat.
“Jadi ego atau sifat arogan ini yang semestinya disembelih, bukan malah sok jago. Melainkan justru bisa menjadi jago-jagonya masyarakat, bisa bermanfaat bagi sesama. Karena ayam jago yang disembelih itu adalah ayam yang dipilih sendiri, ayam bagus dan disenangi, yang kemudian disedekahkan. Maka hakikatnya adalah pelajaran berkurban,” tambahnya.
Pelajaran bersedekah itu, lanjut Badrus, kemudian diejawantahkan ke dalam berbagai bentuk. Santunan kepada anak yatim adalah salah satu perwujudannya. Hal itu telah menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Dilaksanakan dengan mendatangi langsung ke masin-masing rumah penerima.
“Meski tak seberapa, namun mudah-mudahan dapat membantu kebahagiaan adik-adik kita,” harapnya.(fin)





