Cabor Pendulang Medali Tempat Latihan Tak Kunjung Dimiliki

FOTO ILUSTRASI : Atlet Cabor angkat besi Bojonegoro, Jawa Timur, saat berlaga di Porprov Jatim VI Tahun 2019.

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Konon, di kabupaten yang telah berusia 345 tahun ini kabarnya tak hanya menyimpan cadangan minyak dan gas bumi (migas) yang besar. Namun Kabupaten Bojonegoro, JawaTimur, juga punya banyak atlet-atlet potensial yang bisa dibina untuk meraih prestasi, baik di tingkat regional (Prorprov), nasional (PON), maupun Internasional (Sea Games, Asian Games, Olimpiade).

Sejarah mencatat bahwa Bojonegoro pernah memiliki atlet panahan yang pernah bertanding di tingkat internasional (Olimpiade), yaitu Ika Yuliana Rochmawati, (Olimpiade Beijing 2008, London 2012, Rio de Janeiro 2016, dan Tokyo 2020).

Sementara untuk tingkat regional (Porprov), ada 2 cabang olahraga (cabor) di Bojonegoro yang cukup menonjol dalam perolehan medali, yaitu cabor Atletik dan Angkat Besi.

Namun sepertinya cabor-cabor potensial tersebut terkesan masih belum sepenuhnya mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat, kususnya dari sisi sarana prasarana maupun infrastruktur untuk berlatih.

“Iya Mas, sampai hari ini kami belum punya tempat maupun peralatan latihan milik sendiri, masih numpang,” ungkap mantan altet angkat besi, Muhammad Fauzan kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (03/08/2023).

Padahal, dalam jejak prestasinya, kata Fauzan, atlet besi adalah penyumbang medali emas terbanyak kala Porprov VII Jatim 2022. Saat itu empat emas berhasil disumbangkan cabor angkat besi bahkan di hari pertama.

Baca Juga :   Gagal Raih Medali, Cabor Angkat Berat Bojonegoro Perlu Perbanyak Kaderisasi Atlet

“Tentu saja kami gembira jika Pemkab mempedulikan tidak adanya infrastruktur dan peralatan latihan yang tidak kami miliki. Yang biasa kami pakai latihan pun kini sudah usang,” ucap dia.

Senada dengan Fauzan, pemerhati cabor atletik, Imam Nurcahyo melihat hingga saat ini Kabupaten Bojonegoro belum memiliki infrastruktur untuk Atletik, salah satunya lintasan lari.

Selain itu, disebutkan termasuk juga sarana untuk lompat; baik lompat tinggi, lompat jauh, dan lompat jangkit. Serta untuk lempar; baik bagi lempar lembing, lempar cakram, dan tolak peluru.

Selama ini, Imam menyaksikan sendiri atlet-atlet dari cabor atletik justru lebih banyak berlatih di Lapangan milik AKA Migas Cepu. Sehingga dalam pandangan dia, ini merupakan alasan kenapa atlet-atlet Cabor Atletik Bojonegoro yang berprestasi kebanyakan dari wilayah barat, karena terkait lapangan untuk latihan.

“Ini catatan penting ya, pelari jarak pendek dan menengah tidak bisa latihan di jalan beton atau aspal, harus latihan di lintasan yang sesuai dengan standar yang dipersyaratkan,” tandasnya.

Imam menambahkan, selain dari masalah sarana prasarana dan infrastruktur, selama ini di Bojonegoro dianggap masih kurang adanya turnamen atau kejuaraan yang bertujuan mencari bibit-bibit baru.

Baca Juga :   35 Klub Bola Voli Ikuti Turnamen Voca Cup

Dalam beragam kegiatan, dia katakan sering dijumpai turnamen atau kejuaraan yang bertujuan untuk ‘ertertain’ atau hiburan semata. Yakni aturan ‘bebas bon’ misalnya. Siapa pun tidak bisa melarang, namun dalam pendapatnya seharusnya diimbangi dengan turnamen ‘usia dini’ yang tujuannya untuk mencari bibit-bibit baru.

Disinggung langkah yang telah dilakukan Pemkab Bojonegoro. Diakuinya memang sudah meluncurkan Kartu Potens Olahraga Bojonegoro (KPOB), tapi kebijakan itu dikritik sebab tidak diikuti dengan pengadaan sarana dan sarana maupun infrastruktur yang memadai. Terutama bagi cabor potensial.

“Alangkah baiknya juga, jika anggaran untuk ‘hura-hura’ tersebut dipergunakan untuk pengadaan sarana-prasarana dan pembangunan infrastruktur olahraga,” katanya.

Terpisah, Ketua KONI Bojonegoro, Sahari, maupun Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro tidak memberikan tanggapan kepada SuaraBanyuurip.com saat dikonfirmasi hingga berita ini ditayangkan.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *