SuaraBanyuurip com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Unigiri Bojonegoro, Jawa Timur membuat lilin aromaterapi. Menariknya, lilin aromaterapi tersebut memanfaatkan limbah minyak jelantah.
Koordinator Pelatihan KKN Kelompok 22 Unugiri Febrianti mengatakan, mahasiswa KKN melakukan inovasi pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.
“Lilin aromaterapi memiliki banyak manfaat karena mengandung minyak esensial dengan aroma terapi alami,” katanya, Selasa (15/8/2023).
Dia menjelaskan, untuk menyalurkan inovasi ini mahasiswa KKN Kelompok 22 Unugiri membuat pelatihan lilin aromaterapi di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas. Pelatihan ini juga sebagai bentuk inovasi ramah lingkungan dan edukasi kepada masyarakat.
“Yakni dengan mengangkat isu pengelolaan limbah minyak jelantah,” tegas Febrianti.
Menurutnya, minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Bahkan bisa berdampak buruk pada kesehatan masyarakat.
“Sehingga, dengan adanya kolaborasi mahasiswa dengan warga Desa Sukowati untuk mencari solusi yang inovatif dan berkelanjutan yakni dengan membuat lilin aromaterapi,” katanya.
Salah satu warga Desa Sukowati, Yuni mengatakan, lilin aromaterapi mengandung banyak manfaat karena dapat memberikan efek relaksasi, meningkatkan suasana hati, dan membantu mengurangi stres.
“Lilin ini juga menjadi alternatif pengganti lilin konvensional yang mengandung bahan kimia berbahaya,” katanya.(jk)





