SuaraBanyuurip.com – Sebanyak 35 warga belajar di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengikuti program pendidikan kesetaraan yang difasilitasi oleh Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12. Program pengembangan masyarakat (PPM) di bidang pendidikan ini telah mendapat persetujuan SKK Migas.
Program Fasilitasi Warga Belajar yang dilaksanakaan PEPC ini bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Wana Bhakti Ngasem. Pelaksanaan program ditandai dengan masa orientasi pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Balai Desa Bandungrejo, Rabu (09/08) lalu.
MPLS dibuka oleh Analis senior Pokja Pengembangan Masyarakat SKK Migas Jabanusa Rudi Hartono. Ia beeharap dari program ini peserta warga belajar mendapatkan kesempatan menjalani proses belajar mengajar selayaknya sekolah pada umumnya dan setara dengan sekolah umum.
“SKK Migas sebagai Badan Pengawas sektor industri hulu migas akan selalu mendukung setiap upaya yang bisa memberikan manfaat yang keberlanjutan dibidang pembangunan sumber daya manusia,” tegas Rudi.
Untuk diketahui, jumlah total peserta program belajar kesetaraan pendidikan atau kejar paket A, B dan C se-kecamatan Ngasem pada tahun ini adalah sebanyak 408 siswa. Dari jumlah itu, tidak kurang 35 warga dari berbagai kalangan usia di desa Bandungrejo mengikuti program pendidikan kesetaraan yang difasilitasi oleh PEPC.
Sr. Manager Relations PEPC Regional Indonesia Timur Fitri Erika menekankan pentingnya pembekalan ilmu, karena selain bermanfaat dalam membantu kehidupan sehari-hari juga bisa menjadi modal di masa depan nanti.
“Karena jika tidak memiliki pendidikan dasar, tentu daya saing dalam berkompetisi akan lebih kecil peluangnya dengan yang berpendidikan lebih tinggi,” ujar Erika dalam keterangannya yang diterima suarabanyuurip.com, Jumat (18/8/2023).
Mewakili warganya, Camat Ngasem Iwan Sopian mengapresiasi program ini karena dapat berkontribusi dalam meningkatkan rata-rata lama sekolah warga Bojonegoro.
“Terima kasih semuanya atas partisipasinya membantu mencerdaskan masyarakat. Semoga melalui program nilai Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Bojonegoro dapat meningkat,” ungkapnya.(red)





