Masuki Tahun Ketiga, Produksi Gas JTB di Bojonegoro Capai 192 MMSCFD

GPF JTB
Lapangan Gas Processing Facility Jambaran-Tiung Biru di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

SuaraBanyuurip.com – Lapangan unitisasi gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menunjukkan kinerja optimal. Memasuki tahun ketiga lapangan JTB beroperasi penuh dan telah berkontribusi signifikan bagi ketahanan energi nasional. Pertamina EP Cepu mampu memasok gas hingga 192 juta standar kaki kubik per hari (milion standart cubic feet per day/MMSCFD) setelah berhasil menyelesaikan perbaikan fasilitas melalui planned shutdown.

“Produksi ini mendukung kebutuhan listrik, industri, dan pupuk di Jawa, sekaligus mengurangi ketergantungan impor energi,” kata Komisaris Independen Pertamina, Chondro Kirono, usai melakukan Management Walkthrough (MWT) ke Blok Cepu, melalui keterangan resmi yang diterima suarabanyuurip.com, Senin (2/3/2026).

Usai mengunjungi Lapangan Gas JTB pada 25 Februari 2026, rombongan Dewan Komisaris Holding Pertamina melanjutkan ke Lapangan Minyak Banyu Urip di wilayah Kecamatan Gayam yang dioperasikan oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Lapangan gas JTB.
Rombongan Dewan Komisaris Holding Pertamina melakukan Management Walkthrough (MWT) ke Blok Cepu.(dok.PEPC)

Lokasi lapangan gas JTB dan lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, cukup berdekatan. Kedua lapangan tersebut masuk dalam Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Blok Cepu.

Baca Juga :   Pertamina EP Berharap Kelola SP Gas Nglajo

Baik Pertamina maupun ExxonMobil sama-sama memiliki 45 persen saham di Blok Cepu. Sedangkan 10 persen saham lainnya dimiliki oleh Badan Kerja Sama (BKS). Kedua lapangan strategis tersebut memiliki peran vital dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional, khususnya di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu, Ruby Mulyawan, menjelaskan capaian serta tantangan yang dihadapi PEPC, termasuk persiapan pengembangan potensi di JTB.

“Kami tengah menyiapkan strategi untuk kemajuan JTB, memakaimalkan potensi sumber daya di Blok Cepu demi mendukung ketahanan energi jangka panjang Indonesia,” tegas Ruby kepada rombongan dewan komisaris.

Ruby menambahkan, PEPC Zona 12 telah mencatatkan pencapaian luar biasa dengan lebih dari 70 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan yang hilang waktu. Lapangan JTB, sebagai salah satu fasilitas gas onshore terbesar di Indonesia, mampu menghasilkan sekitar 60 MMSCFD per sumur dengan proses operasi yang ramah lingkungan—tidak membuang limbah (zero waste) dalam kegiatan produksinya.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   DBH SDA Tuban Capai Rp62,6 Miliar

Pos terkait