KKN 14 Unugiri Latih Metode An Nahdliyah Ustadz/Ustadzah Madin se Krondonan

KKN Unugiri.
Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 14 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Kabupaten Bojonegoro, menggelar pelatihan ustadz/ustadzah TPQ dengan metode an nahdliyah se Desa Krondonan.

SuaraBanyuurip.com – Edi Supraeko

Bojonegoro – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 14 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berhasil menggelar pelatihan ustadz/ustadzah TPQ dengan metode an nahdliyah. Pelatihan ini untuk meningkatkan mutu pembelajaran TPQ di desa Krondonan di masjid Baitul Muttaqin Dusun Tadahan, Desa Krondonan.

Pelatihan menyasar seluruh ustadz/ustadzah TPq se-Desa Krondonan tersebut dihadiri oleh belasan peserta dari beberapa dusun. Pelatihan tersebut mendatangkan ustadz Ahmad Nuri, Koortan TPQ An Nahdliyah Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro sebagai Narasumber.

Ustadz Sagi, salah seorang ustadz TPQ dan juga ta’mir masjid Baitul Muttaqin mengapresiasi dengan diadakannya pelatihan ini, dikarenakan melihat metode yang selama ini digunakan sedikit monoton, yang membuat anak-anak merasa bosan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan diadakannya pelatihan ini. Kita guru-guru TPQ sangat terbantu, sebab selama ini metode yang kami gunakan sangat monoton, sehingga mempengaruhi proses belajar mengajar. Dulu sebenarnya juga ada masa pelatihan metode an nahdliyah, akan tetapi itu sudah 11 tahun yang lalu. Karena rentan jarak yang begitu jauh, mungkin guru-guru di sini sudah lupa dengan metode tersebut,” tuturnya.

Baca Juga :   Lakukan Deteksi Dini Narkoba pada Siswa

Candy Purnomo Aji, selaku Kordes mengatakan, pelatihan metode An-Nahdliyah dari Tim KKN 14 yang dilaksanakan ini untuk menjawab problema di TPQ Desa Krondonan agar minat anak-anak tetap tinggi belajar mengaji.

“Kami melihat metode pengajaran yang dilaksanakan monoton, dan dapat menurunkan minat anak-anak untuk melanjutkan mengaji. Maka, kami memilih metode An-Nahdliyah ini karena dirasa cocok untuk warga Desa Krondonan,” terangnya.

Melihat minat serta antusias dari guru madin, Tim KKN berharap agar setelah diadakannya pelatihan ini, dapat meningkatkan taraf pendidikan agama, teritama pendidikan Al-Qur’an di desa Krondonan.(edi)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *