Septia Nazwa, Pelajar SMAN 1 Bojonegoro Lolos Parlemen Remaja Dapil IX

Septia Nazwa Roshita Hafiz
Septia Nazwa Roshita Hafiz, saat berdiskusi dengan Wakil Ketua I DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto.

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Seorang pelajar dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terpilih seleksi mengikuti Parlemen Remaja. Siswi kelas 12 pemilik nama Septian Nazwa Roshita Hafiz ini lolos mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) IX Bojonegoro dan Tuban.

Parlemen Remaja adalah perhelatan yang diadakan setiap tahun oleh Biro Protokol dan Humas Sekretariat Jenderal DPR RI. Tema yang diambil pada 2023 adalah ‘Remaja Kenal Hukum : Taat Aturan, Masyarakat Aman’.

Kegiatan itu dimaksudkan untuk memberikan pembelajaran politik kepada generasi muda, khususnya pelajar tingkat SMA dan sederajat. Dalam agenda ini para pelajar akan merasakan simulasi menjadi Anggota DPR RI selama 6 hari.

Nazwa, sapaan akrabnya, berasal dari Desa Temu, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Gadis muda yang saat ini berusia 17 tahun ini mengaku, bisa lolos Parlemen Remaja merupakan suatu titik keberhasilan mewujudkan harapannya semenjak dari bangku Kelas 10.

“Perjuangan saya untuk bisa mengikuti seleksi parlemen remaja sangatlah sulit,” ungkap Nazwa, kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (09/09/2023).

Septia Nazwa Roshita Hafiz
Septia Nazwa Roshita Hafiz, foto bersama Pimpinan DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto.

Kesulitan itu disebabkan berbagai masalah yang terjadi sebelumnya. Namun semua kendala yang dihadapi akhirnya menjadi tidak berarti karena terbayar dengan kelolosan dia sebagai Anggota Parlemen Remaja.

Baca Juga :   Harlah ke-57, Fathul Ulum Sumberjokidul dan Yayasan Bina Mulia Bagi-bagi Sembako

Siswi yang terlahir pada 26 September 2005 ini berlatar belakang keluarga sederhana. Ayahnya bekerja merantau ke luar Jawa sebagai pemasang ubin berbahan batu marmer, berpasangan dengan ibu rumah tangga biasa.

Namun begitu, bagi pemilik zodiak Libra ini, dibalik kesederhanaan kedua orang tuanya, mereka selalu mampu mendukung setiap langkah pendidikan anak-anaknya.

“Saya bersyukur memiliki orang tua hebat seperti mereka, mereka selalu memberikan motivasi kepada saya untuk bisa menjadi yang lebih baik,” ujarnya.

Dari beliau berdua, dia selalu mendapat arahan mengenai betapa pentingnya seseorang manusia dekat dengat Tuhan Yang Maha Esa. Ibunyapun selalu memberikan wejangan agar setiap saat selalu berdzikir kepada Allah SWT.

Keinginan kuat perempuan muda ini ternyata memang berasal dari didikan orang tuanya sejak masih berusia 4 tahun. Sehingga sejak itu sampai dengan saat ini, didorong supaya kerap tampil didepan banyak orang, entah untuk menjadi pembawa acara, narator, membacakan puisi, dan berpidato.

“Saya ini merupakan anak yang suka dengan dunia politik,” beber gadis supel yang pernah mengenyam pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Lamongan ini.

Kendati, sebetulnya karena kebiasaan menonton siaran televisi bersama ayahnya seraya mendengarkan komentar sang bapak melihat berita. Bisa ditebak, acara televisi favorit bersama ayahnya pastilah “Mata Najwa”.

Baca Juga :   Mas Teguh Adakan Doa Bersama di 99 Lokasi untuk Kedamaian Indonesia

“Ayah saya pernah bilang ‘iki lo Najwa Shihab puinter, sok mben dadi koyok Najwa Shihab’,” imbuhnya menjelaskan dengan logat jawanya sebab musabab sampai sekarang mengidolakan sosok sang presenter.

Baktinya kepada orang tua menjadikan pengalaman ini sebagai kado untuk mereka. Oleh karena itu remaja gigih nan bersemangat ini berharap memperoleh jalan yang diperlebar dan dipermudah menuju kesuksesan.

“Tak lain dan tak bukan kesuksesan saya nantinya adalah untuk kedua orang tua saya,” tandas alumnus SDN Sembunglor, Kecamatan Baureno.

Terpisah, Wakil Ketua I DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, menilai positif atas lolosnya Nazwa dalam Parlemen Remaja. Menurut politikus ramah ini, Nazwa sempat berdiskusi dengannya tentang tiga hal di ruang pimpinan dewan.

Kala itu, didampingi oleh Humas SMAN 1 Bojonegoro, Husnul Chotimah, Nazwa mengajukan topik pembicaraan mengenai penerapan hukuman mati, penghinaan kepada presiden, dan tentang demonstrasi tanpa izin. Itu sebagai bekal wawasan tambahan sebelum berangkat ke Jakarta.

“Saya kira bagus, anaknya cakap dan berani,” tutur Ketua Partai Demokrat Bojonegoro ini memberikan tanggapannya atas bakat dan potensi Nazwa.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *