SKK Migas dengan Kementan Sinergi untuk Ketahanan Energi dan Pangan Indonesia

Dari kiri ke kanan, Kepala Divisi Formalitas George Nicolas, Bupati Banggai Amirudin, Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi, Deputi Dukungan Bisnis Rudi Satwiko, Tenaga Ahli Menteri ATR/BPN Arie Yuriwin, foto bersama usai rapat kerja Pertanahan dan Kehutanan 2023 di Surabaya.

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Surabaya –  Guna mendukung sinergi program ketahanan energi dan pangan, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Rapat Kerja (Raker) Pertanahan dan Kehutanan 2023 pada 13-14 September 2023 di Surabaya.

Dalam Raker tersebut topik utama yang diangkat adalah sinkronisasi peraturan dan pemanfaatan lahan di sektor pertanian dengan industri hulu migas. Penyelenggaraan ini berkenaan pemerintah telah menetapkan target Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045.

Maka untuk mewujudkannya, ketahanan energi dan ketahanan pangan menjadi salah satu faktor kunci untuk mendukung pembangunan berkelanjutan guna mencapai target tersebut saat perayaan 100 tahun kemerdekaan di 2045. Program Ketahanan Energi dan Pangan tersebut harus disinergikan agar keduanya dapat saling mendukung dalam pencapaian targetnya.

Dari sisi ketahanan energi, target peningkatan produksi minyak dan gas yang disusun SKK Migas melalui Rencana Strategis Indonesia Oil and Gas 4.0, yaitu produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD).

Pemerintah telah menetapkan target itu sebagai target nasional pada 2030. Sehingga dalam rangka mendukung pencapaian target tersebut, maka SKK Migas terus mendorong peningkatan investasi di sektor hulu migas.

Sementara pada sisi ketahanan pangan, Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Daerah tingkat Kabupaten terus mendorong penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) guna mencapai ketahanan pangan sebagaimana arahan Presiden RI.

Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi.
Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi, saat konferensi pers usai rapat kerja Pertanahan dan Kehutanan 2023 di Surabaya.

Dengan masifnya kegiatan di kedua sektor strategis tersebut, irisan antara kegiatan hulu migas dengan pertanian tak terhindarkan. Pembangunan infrastruktur migas sering kali berada di area yang telah ditetapkan menjadi LP2B.

Baca Juga :   Targetkan Pengeboran 991 Sumur Pengembangan, SKK Migas Kedepankan HSE

Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Rudi Satwiko menyatakan, komitmen SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menjalankan kegiatan operasi hulu migas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun dibutuhkan adanya terobosan dalam proses alih fungsi LP2B sehingga rencana kerja dapat berjalan sesuai target yang ditetapkan.

“Pemerintah sesungguhnya telah mengakomodir hal ini, alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan dapat dilakukan untuk kegiatan kepentingan umum sebagaimana diatur dalam PP 1 tahun 2011,” ujar Rudi Satwiko saat pembukaan rapat kerja di Suarabaya.

Dalam Undang-Undang 2 Tahun 2012, tertera bahwa pembangunan infrastruktur minyak dan gas bumi merupakan kepentingan umum, termasuk kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi.

Rudi menambahkan, keberadaan dan penetapan LP2B belum banyak diketahui oleh KKKS yang bekerja di bawah naungan SKK Migas. Sehingga dalam penyusunan rencana kerja dan biaya operasi, belum mempertimbangkan dan memperhitungkan tata waktu dan biaya yang timbul akibat pelaksanaan alih fungsi.

“Melalui Raker ini diharapkan hal-hal tersebut dapat dituntaskan agar kedepannya tidak ada lagi permasalahan lahan untuk operasi hulu migas yang beririsan dengan LP2B,” tambahnya.

Alih fungsi ini sebenarnya menguntungkan kedua sektor karena untuk setiap meter lahan yang dialihfungsikan, terdapat kewajiban untuk mengganti biaya investasi yang telah dikeluarkan dan akan dibutuhkan untuk membangun lahan sawah baru. Tidak tanggung-tanggung, luasan pembangunan lahan sawah baru bisa tiga kali lipat dari luasan yang dialihfungsikan.

Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi, dalam sambutannya menyampaikan, penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan merupakan upaya negara dalam menjamin hak atas pangan sebagai hak asasi setiap warga Negara. Oleh karena itu, Pemerintah mewajibkan adanya lahan pengganti untuk area yang dialihfungsikan.

Baca Juga :   Pelajar Bolos Marak di Lamongan

Kementerian Pertanian memahami strategisnya kegiatan usaha hulu migas di Indonesia. Pihaknya mendukung program dan rencana kerja yang dilakukan SKK Migas-KKKS di area LP2B. Terkait percepatan dan terobosan yang diminta oleh SKK Migas, dia juga terbuka dan siap untuk melakukan pembahasan untuk penyusunan langkah konkretnya.

“Sehingga bisa saling mendukung dalam pelaksanaannya di lapangan dan sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” lanjut Harvick.

Komitmen sektor hulu migas untuk mendukung sektor pertanian juga telah dicanangkan oleh Kepala Divisi Formalitas SKK Migas, George Nicolas Marsahala Simanjuntak. Dia menyebutkan, dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran untuk tahun 2024, telah mengimbau KKKS untuk menyusun program pengembangan masyarakat di bidang pertanian.

“Realisasinya bisa dalam bentuk pelatihan, pembangunan sarana dan prasarana, pemberian bibit unggul dan bentuk lainnya yang disepakati,” kata George dalam keterangan tertulis yang diterima SuaraBanyuurip.com, Rabu (13/09/2023).

Penyelenggaraan Raker ini diharapkan dapat menciptakan sinergi dan kerjasama yang baik antara SKK Migas-KKKS selaku pelaku industri hulu migas dengan Kementerian Pertanian sebagai regulator di sektor pertanian. Sehingga kegiatan operasi hulu migas dapat berjalan sesuai rencana kerja yang telah ditetapkan dan sektor pertanian tidak kehilangan area produksinya demi tercapainya ketahanan pangan.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *