ASN KESDM Dapat Pelatihan Proses Bisnis Usaha Hilir Migas dari PPSDM Migas

Ppsdm migas
PPSDM Migas memberikan pelatihan tentang Proses Bisnis Usaha Hilir Migas kepada ASN Kementerian ESDM secara daring.

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Blora – Pengetahuan tentang proses bisnis kegiatan usaha hilir migas merupakan hal penting yang harus diketahui oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM). Selama proses ini berlangsung, berbagai pihak terlibat untuk memastikan kelancaran dan keberlanjutan operasi.

Pemerintah memiliki peran penting dalam mengatur dan mengawasi industri migas, termasuk memberikan izin dan regulasi yang diperlukan. Perusahaan migas juga berperan sebagai pelaku utama dalam proses ini, dengan menginvestasikan dana dan sumber daya manusia untuk menjalankan kegiatan eksplorasi, produksi, dan distribusi.

Selain itu, konsumen juga berperan penting sebagai pihak yang mengonsumsi produk-produk migas tersebut. Kerjasama dan keterlibatan semua pihak ini menjadi kunci kesuksesan proses bisnis kegiatan usaha hilir migas ini.

Mencermati hal ini, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) menyelenggarakan pelatihan untuk ASN KESDM mengenai Proses Bisnis Kegiatan Usaha Hilir Migas pada tanggal 5 – 7 September 2023.

Irine Yulianingsih, salah seorang pengampu materi Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menjelaskan tentang penyimpanan BBM dan non BMM.

Baca Juga :   Baru Satu Pelamar Calon Dirut PT BBS Lolos Seleksi Administrasi

“Pada sarana dan fasilitas depot BBM terbagi menjadi empat yaitu sarana dan fasilitas penerimaan, penimbunan, penyaluran, dan penunjang. Terdapat beberapa moda angkutan BBM yaitufloating storage yaitu suatu tempat penimbunan khusus untuk bahan bakar yang berupa kapal tanker atau super tanker yang suplainya dilaksanakan menggunakan sarana angkutan air dari luar negeri dan menyerahkannya ke instalasi atau depot secara langsung melalui sarana air yang lebih kecil. Selain itu terdapat pula jalur pipa dan Rail Tank Wagon yang merupakan alat angkut berupa gerbong dilengkapi dengan tanki dengan desain khusus untuk mengangkut BBM yang memenuhi persyaratan (standar, code dan aturan yang berlaku),” jelasnya.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan materi tentang Proses Pengolahan Gas Bumi, Proses Pengolahan Minyak Bumi, Proses Pengangkutan Minyak Bumi, Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi, dan Niaga Minyak Bumi dan Gas Bumi untuk melengkapi pemahaman mengenai Proses Bisnis Kegiatan Usaha Hilir Migas.(adv/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Obyek Wisata Kayangan Api Berhasil Lampaui Target PAD 2023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *