SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, melalui Bagian Umum mencetak kalender bergambar mantan bupati periode 2018-2023, Anna Mu’awanah sebanyak 6.000 eksemplar.
Kalender tersebut kabarnya dibagikan untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, dan pemerintah desa se Kabupaten Bojonegoro. Dana untuk pembuatan kalender yang disinyalir bermuatan politis itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023.
“Memang kemarin kami mencetak itu (kalender 2024),” kata Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Djuono Poerwiyanto kepada SuaraBanyuurip.com saat dikonfirmasi di kantornya, Jumat (29/09/2023).
Menurut dia, sesuai rencana anggaran memang masa cetak kalender antara bulan September – Oktober. Cetak bisa saja lebih cepat menyesuaikan situasi dan kondisi. Sehingga pada saat menjelang jabatan bupati berakhir, ketika itu ada permintaan untuk dicetakkan terlebih dahulu beberapa eksemplar untuk kenang-kenangan.

Mengenai adanya gambar mantan Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah, hal itu adalah dokumentasi kegiatan selama 9 bulan terakhir saat perempuan asal Tuban itu menjabat. Sebab Djuono merasa dia adalah staf yang harus patuh pada perintah pimpinan. Maka karena sudah ada kalender yang dicetak, bagi dia sebaiknya kalender itu beredar.
“Tetapi, sampai kini belum seluruh OPD dan camat mengambil kalender 2024 itu. Baru sebagian saja yang telah mengambil,” ujar Djuono.
Sedangkan anggaran yang digunakan untuk cetak kalender bersumber dari APBD induk TA 2023. Menelan biaya sekira Rp200 juta lebih. Namun tidak terjelaskan mengenai mekanisme pengadaan kalender ini.
Disinggung ihwal dugaan kalender dipolitisir untuk kepentingan Pilkada 2024 oleh empunya gambar, Djuono menampik sinyalemen itu. Tidak ada kepentingan politik dalam pembuatan kalender. Sebab nantinya akan ada kalender berikutnya versi Penjabat (Pj) Bupati Adriyanto.
“Sebenarnya tidak ada masalah, nanti kami cetak lagi yang versi Pj, kami harus proporsional to,” bebernya.
Terpisah, Camat Gayam, Palupi Hadi Ratih Dewanti mengaku, belum menerima kalender baru 2024 bergambar mantan Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah.
“Belum mendapatkan (kalender Pemkab Bojonegoro 2024), Mas,” katanya via pesan WhatsApp.
Sedangkan menurut kebiasaan, ungkap salah satu perangkat desa yang enggan disebut namanya, pada tahun-tahun sebelumnya, kalender Pemkab Bojonegoro yang bergambar Anna Muawanah diambil dari kecamatan masing-masing.
“Tapi untuk yang (kalender) 2024 ini saya belum tahu, soalnya belum ada kabar dari kecamatan,” ungkap sumber tersebut.(fin)






Mestinya tidak bergambar mantan bupati, tetapi mengambil gambar lingkungan alam bojonegoro. Jadi bersifat netral. Kecuali untuk kalender 25 untuk bupati terpilih.
Jika ada gambar mantan bupati itu jelas arahnya pasti pilkada 2024,mestinya bergambar selain mantan bupati, itu baru namanya tidak bermuatan politik,anak anak saja mengertilah itu arahnya kemana.
Ngak masalah mau gambar apa saja
Toh orang memilih bukan berdasar orang yg ada di kalender,
Misal nya saya di kasih kalender itu, ya ngak otomatis saya milih orang yg ada di kalender,
Apalagi itu juga ngak di bagikan ke masyarakat,
Tapi hanya unk instansi2 pemerintah