Pemkab Bojonegoro akan Gulirkan Program Peternakan Bebek untuk Warga Miskin

Wabup Bojonegoro.
Wabup Bojonegoro, Nurul Azizah.

SuaraBanyuurip.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, telah menggulirkan sejumlah program peternakan bagi keluarga miskin untuk meningkatkan ekonominya. Selain domba kesejahteraan, gerakan ayam petelur mandiri (Gayatri), dan kolam lele keluarga (Kolega), pemkab juga akan menggulirkan program peternakan bebek.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah menyampaikan, Pemkab Bojonegoro sedang menyiapkan pengembangan sentra peternakan bebek di Kecamatan Kanor.

Wabup Nurul menilai, wilayah Kanor memiliki potensi pengembangan sentra peternakan bebek. Sehingga pada tahun 2026 akan mendapatkan alokasi program pengembangan ternak bebek.

“Ini sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi wilayah,” tegasnya saat menghadiri bimbingan teknis (Bimtek) 48 keluarga penerima manfaat (KPM) program Domba Kesejahteraan, Senin (27/7/2026), di Pendapa Malwopati Pemkab Bojonegoro.

Wabup Nurul menegaskan, Pemkab Bojonegoro di bawah kepemimpinan Bupati Setyo Wahono terus memperkuat berbagai program pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat. Hingga tahun 2025 ini, total penerima manfaat program pemberdayaan ekonomi mencapai 8.611 KPM Gayatri, 2.520 KPM program Domba Kesejahteraan dan 519 program Kolega.

Baca Juga :   Holcim Komitmen Terapkan Konstruksi Berkelanjutan

Dia menjelaskan, untuk tahun 2026 terdapat penguatan pada Program Domba Kesejahteraan. Jika sebelumnya setiap penerima memperoleh satu ekor jantan dan satu ekor betina, maka tahun ini direncanakan menjadi satu ekor jantan dan dua ekor betina.

“Harapannya, ternak dapat berkembang lebih cepat sehingga manfaat ekonominya semakin besar bagi keluarga penerima,” tutur mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro ini.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, Catur Rahayu, menambahkan, bimtek ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan KPM agar mampu mengelola usaha peternakan secara berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Dalam bimtek tersebut, lanjut dia, peserta memperoleh materi mengenai budidaya dan penyediaan pakan ternak domba, manajemen pemeliharaan ternak, hingga pengelolaan limbah peternakan agar usaha yang dijalankan dapat berkelanjutan.

“Program Domba Kesejahteraan ini merupakan salah satu strategi Pemkab Bojonegoro menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan,” tegasnya

Sehingga, lanjut dia, Disnakkan Bojonegoro tidak hanya menyalurkan bantuan ternak, tetapi juga memiliki tanggung jawab memberikan pembinaan, pendampingan, serta fasilitasi kepada seluruh penerima manfaat agar mampu mengembangkan usaha ternaknya secara mandiri.

Baca Juga :   Bojonegoro Akan Terima Transfer Rp 3,4 triliun

“Program Domba Kesejahteraan telah dimulai sejak tahun 2023. Program domba kesejahtetaan dari 2023 sampai 2025 sejumlah 2.520 KPM. Ke depan, program ini akan terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” jelas Catur.

Ia menambahkan, tujuan program tersebut adalah membangun motivasi masyarakat kurang mampu untuk mengembangkan usaha budidaya domba, meningkatkan keterampilan melalui pelatihan dan pendampingan, sekaligus memberikan dukungan berupa bantuan ternak dan pakan.

Adapun sasaran program diprioritaskan bagi masyarakat desil 1 hingga desil 5 yang masih berada pada usia produktif, memiliki minat untuk beternak dan mengembangkan usaha, bersedia mengikuti pelatihan, serta memiliki kandang atau tempat pemeliharaan ternak.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait