Pemberdayaan UMKM Berkelanjutan Ala Kantin Banyu Urip Blok Cepu

Para awak media dan karyawan ladang minyak Banyu Urip Blok Cepu saat mengambil makanan di kantin Banyu Urip.

SIANG itu jam menunjukkan pukul 11.50 WIB. Perut sudah mulai berbisik-bisik, menandakan jam makan siang sudah tiba. Namun acara bincang-bincang Media Nyambangi Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu belum juga ditutup. Meski akhirnya 10 menit kemudian pembawa acara menyudahi diskusi dan mengumumkan bahwa semua peserta akan bergeser ke Kantin Banyu Urip.

Para peserta berjalan sekitar 100 meter dari lokasi pertemuan di Gedung Olahraga Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu menuju kantin. Tepatnya di seberang Masjid Darussalam, masjidnya para pekerja di dalam site. Para peserta masuk ke dalam sebuah bangunan persegi yang kaku ala-ala pabrik. Masuk ke sana harus membuka pintu dengan menempelkan kartu akses (tapping). Cara yang sama digunakan untuk membuka semua pintu di sana.

Ruangannya tidak lebih dari 100 meter persegi. Terdapat rak-rak berisi beragam produk makanan ringan, meja makan, kursi ala cafe, dan meja kasir. Dekat kasir ada meja berderet kaku tempat digelarnya nasi bungkus daun jati. Awak media ini yang beruntung menjadi salah satu peserta acara bergabung mengambil nasi itu untuk makan siang. Di sebelahnya juga tersedia sate jamur, rica-rica ayam, dan olahan ikan.

Makanannya dibungkus rapi, ruangannya bersih, dan pencahayaan cukup terang. Penataan bunga, dekorasi dinding, dan peletakan rak produk sangat pas. Membuat kantin ini nyaman. Apalagi ruangan cukup sejuk karena dilengkapi pendingin udara.

Baca Juga :   PT Meindo Mulai Kerjakan Proyek Minyak Banyu Urip, 60 Warga Lokal Dipekerjakan

“Produk-produk yang dijual di sini semuanya dari UMKM binaan EMCL,” ucap Ifa Jumrotun Naimah, Direktur Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Bojonegoro.

PIB Bojonegoro dipercaya operator Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), untuk mengelola kantin. Berkolaborasi dengan vendor katering EMCL, PT Baashitu Boga Services (BBS). Kolaborasi ini menciptakan pasar bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan.

PIB Bojonegoro merupakan sarana yang dibangun EMCL sebagai bagian dari Program Pengembangan Masyarakat pada 2015 lalu. Hingga kini, PIB dipercaya masyarakat sebagai tempat pelatihan dan pendampingan usaha masyarakat.

“Makanan, minuman, camilan, dan beberapa produk oleh-oleh yang ada di sini kita ambil dari 22 UMKM,” imbuh Ifa.

Wartawan media SuaraBanyuurip.com Arifin Jauhari sedang mengambil makanan di Kantin Banyu Urip.

Sebanyak 18 UMKM berasal dari desa sekitar Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu selebihnya dari Tuban. Sebelum menjadi pemasok, para UMKM ini diberi pelatihan mengenai pengemasan, higienitas, dan pembekalan dari dinas terkait. Sehingga semua produk yang dijual betul-betul layak beli dan bisa dijadikan oleh-oleh para pekerja yang sering pulang kampung.

“Konsumsi di sini lebih banyak saat sarapan,” tutur Ifa.

Pagi hari makanan biasanya langsung habis. Banyak para pekerja yang merasa tertolong dengan adanya kantin ini. Seperti yang dirasakan Muhammad Arif. Pekerja yang setiap hari berangkat pagi pulang sore.

“Saya jadi nggak bingung kalau lupa bawa sarapan dari rumah,” ucap Arif.

Baca Juga :   PT ADS Investasikan USD10 Juta untuk Optimalisasi Pengembangan Lapangan Minyak Blok Cepu

Bahkan dia mengaku selalu ke kantin untuk sarapan. Menurutnya, selain mudah, makanannya pun enak dan layak beli. Harga tidak beda jauh dengan beli di warung dekat rumahnya di Padangan.

Sementara itu, Communications and Media Relations Supervisor EMCL, Almaliki Ukay Sukaya Subqy mengatakan, bahwa kantin Banyu Urip merupakan bukti pemberdayaan berkelanjutan. Kata dia, EMCL tidak hanya memberi pelatihan dan mendampingi UMKM, lebih dari itu, EMCL juga membuka akses pasarnya.

“Selain kantin, kolaborasi seperti ini juga ada di pemasok beras untuk katering,” tambah pria yang akrab dengan kalangan media ini.

Katering harian para pekerja, berasnya dipasok dari KPA Makmur Sejahtera Bersama Desa Katur, Kecamatan Gayam. Sejak 2022, Koperasi Produsen Agrobisnis yang mewadahi ratusan petani yang tergabung dalam 16 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) ini bermitra dengan PT BBS.

“KPA telah memasok lebih dari 26 ton beras sejak 2022,” jelasnya.

Sejak 2016, EMCL telah mendukung 195 kelompok UMKM dari 134 desa di Kabupaten Bojonegoro, Blora, dan Tuban. Dukungan ini menegaskan komitmen operator Lapangan Banyu Urip Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited di dalam menghadirkan manfaat positif masyarakat di sekitar wilayah operasinya.(Arifin Jauhari)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *