23 Kecamatan di Bojonegoro Ditetapkan Sangat Rawan Kebakaran

Kebakaran.
Petugas Damkarmat sedang berupaya memadamkan api yang membakar rumah warga di Kabupaten Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Sebanyak 23 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ditetapkan sebagai wilayah sangat rawan kebakaran. Wialayah tersebut memiliki jumlah kejadian kebakaran cukup tinggi.

Namun Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro belum melakukan rekapitulasi kerugian akibat kasus kebakaran tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro Ahmad Gunawan mengatakan, selama musim kemarau tahun 2023 ini sudah sebanyak 365 kejadian kebakaran di Kabupaten Bojonegoro.

“Jumlah tersebut meningkat dibandingkan kebakaran pada 2022 lalu, yakni sebanyak 122 kejadian,” katanya, Senin (16/10/2023).

Meski jumlah kasus kebakaran terus bertambah, menurut Gunawan, Kabupaten Bojonegoro belum ditetapkan darurat kebakaran. Damkarmat terus melakukan sosialisasi secara masif untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat karena berpengaruh besar terhadap jumlah kebakaran.

Gunawan menjelaskan, kejadian kebakaran di Bojonegoro disebabkan berbagai faktor. Diantaranya karena korsleting listrik, kebocoran gas elpiji, dan saat ini paling banyak karena pembakaran sampah sembarangan.

“Ini karena kondisi cuaca yang kering, sehingga mudah sekali menjadi pemicu kebakaran,” tegasnya.

Baca Juga :   Damkar Bojonegoro Lakukan Aksi 506 Penyelamatan, Terbanyak Penanganan Hewan Liar

Damkarmat Kabupaten Bojonegoro telah memetakan kecamatan yang rawan terjadi kebakaran, yakni ada sebanyak 23 kecamatan. Kasus kebakaran terbanyak terjadi di Kecamatan Bojonegoro ada 158 kejadian, kemudian Kecamatan Baureno ada 117 kejadian kebakaran.

“Kecamatan yang ditetapkan sebagai sangat rawan kebakaran itu, yang memiliki jumlah kebakaran lebih dari 10 kejadian. Dan untuk sisa kecamatan lainnya seperti, Malo, Purwosari, Kedewan, dan Bubulan ditetapkan rawan kebakaran. Sementara untuk Kecamatan Gondang ditetapkan agak rawan,” katanya.

Gunawan menambahkan, selama musim kemarau yang panjang ini masyarakat Bojonegoro diimbau tidak membakar sampah sembarangan. Apalagi di dekat pemukiman atau lahan kering.

“Sebab itu nantinya akan memicu kebakaran dan merugikan orang lain,” katanya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *