SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Sejak awal bulan November musim hujan telah tiba. Turunnya hujan ini menjadi berkah bagi warga masyarakat pinggiran hutan jati sekitar ladang gas Jambaran-Tung Biru (JTB) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pasalnya, selain petani mulai bercocok tanam, beberapa hari ini warga mulai asyik berburu kepompong atau yang biasa disebut Enthung.
Kebiasaan tahunan ini dilakukan mereka setiap musim hujan. Dimana daun jati mulai tumbuh setelah sekian bulan meranggas ketika musim kemarau. Daun jati yang sebelumnya berguguran menjadi tempat favorit enthung.
“Setiap tahun dimusim hujan bisa dipastikan panen enthung,” kata seorang pencari enthung, Yatemi, saat ditemui SuaraBanyuurip.com di hutan RPH Sawitrejo, BKPH Clangap, KPH Bojonegoro, Senin (18/12/2023).
Warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam ini mengatakan, banyak warga pinggiran hutan jati sekitar proyek Gas JTB mencari enthung. Yatemi mengaku, enthung yang didapat dikonsumsi sendiri, dan tidak dijual.
“Saya buat lauk makan sendiri. Digoreng dimakan dengan nasi rasanya enak dan gurih,” ucapnya.
Dijelaskan, bahwa tidak semua orang bisa menikmati gurihnya enthung, karena kerap menimbulkan alergi jika tidak terbiasa makan enthung.
“Bisa biduren atau alergi, kalau tidak terbiasa makan,” tandasnya.
Senada diungkapkan Mukti. Perempuan berkulit kuning langsat ini mengaku, enthung yang didapat juga tidak dijual, dan dikonsumsi sendiri untuk lauk makan sekeluarga.
“Enthung yang saya dapat tidak banyak paling sebotol aqua, lumayan buat lauk makan keluarga,” sambung warga Desa Pelem, Kecamatan Purwosari ini.(sam)

