Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Jumlah kejadian kebakaran sepanjang tahun 2023 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meningkat empat kali lipat dibandingkan tahun 2022. Yakni sejumlah 520 insiden pada 2023 berbanding 120 kasus di tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Gunawan menyatakan, peningkatan angka terjadinya kebakaran itu seiring dengan musim kemarau panjang di 2023 yang tercatat lumayan ekstrem.
Tak jarang, para petugas sampai harus melakukan operasi pemadaman lebih dari satu kali dalam sehari. Terbanyak bahkan, dalam rekaman laporan Petugas Damkar Bojonegoro pernah melakukan 12 kali pemadaman kebakaran di lokasi berbeda pada hari yang sama.
“Kebakaran lahan menjadi penyumbang jumlah terbanyak pada musim kemarau lalu,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (30/12/2023).
Dijelaskan, salah satu sebab terjadinya kebakaran lahan ialah karena masyarakat acap membakar sampah sembarangan. Perilaku ini membuat kobaran api yang terbawa hawa panas pada saat itu mengakibatkan api cepat merambat ke lahan lainnya. Tercatat suatu ketika bahkan lidah api dalam insiden ini nyaris menyambar rumah penduduk.
“Dengan kondisi kering, semakin cepat membuat api menjadi besar dan faktor angin juga akan menyebabkan merambat ke lahan sekitar, bahkan membahayakan pemukiman masyarakat,” tegas mantan Kepala Satpol PP ini.
Untuk mencegah terjadinya bahaya kebakaran, Gunawan mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati saat penggunaan api dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya sebelum meninggalkan rumah, diharapkan pemilik rumah mengecek terlebih dahulu segala hal yang berpotensi memunculkan percikan api.
“Sebelum meninggalkan rumah jangan lupa matikan kompor dan peralatan elektronik,” ucapnya berpesan.(fin)





