Bakal Bertahan 50 Tahun, Jembatan Simo Glendeng Resmi Dibuka

Jembatan Glendeng resmi dibuka.
RESMI DIBUKA : Masyarakat pengguna jalan kini sudah bisa melewati Jembatan Glendeng baik memakai roda dua maupun roda empat sesuai ketentuan yang berlaku.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Tuban — Forum Lalu Lintas dari Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur akhirnya resmi membuka Jembatan penghubung Simo Glendeng, Kamis (01/02/2024). Dengan catatan menyesuaikan kelas jalan serta ketentuan dan persyaratan dari Dinas Perhubungan dan Satuan Lalu Lintas.

“Dengan ini oleh forum lalu lintas dua kabupaten, Jembatan Glendeng secara resmi dinyatakan dibuka,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR PRKP) Tuban, Agung Supriyadi di lokasi.

Pihaknya mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban berharap, jembatan tersebut dapat lebih mendekatkan kedua kabupaten. Begitu pula jalur distribusi barang dan jasa juga bisa lancar, sehingga perekonomian masyarakat di Tuban dan Bojonegoro dapat meningkat.

“Secara struktur jembatan ini mampu bertahan selama 50 tahun, karena ini sudah di bore pille sedalam 48 meter, harapan kami bisa dipergunakan selama-lamanya,” ujar Agung kepada Suarabanyuurip.com dalam wawancara cegat.

Sebab letak jembatan berada pada jalan kelas 3 atau jalan kabupaten, maka sesuai aturan terbatas pada kendaraan dengan berat maksimal 8 ton yang bisa melewati jembatan rehabilitasi ini.

Baca Juga :   Jembatan di Bojonegoro Putus Diterjang Banjir, 200 KK Terdampak
Kepala Dinas PUPR PRKP Tuban, Agung Supriyadi.
Kepala Dinas PUPR PRKP Tuban, Agung Supriyadi, dalam wawancara cegat di Jembatan Glendeng sisi utara.

Pembukaan jembatan yang menghubungkan lalu lintas masyarakat Tuban dan Bojonegoro ini disambut gembira para pengguna, Lilik, warga asal Kecamatan Rengel salah satunya.

“Senang banget, karena sekarang nyaman, dulu susah harus muter, mudah-mudahan kuat dan tahan lama,” harapnya.

Demikian pula Astuti warga Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro yang biasa berdagang ke arah Kecamatan Soko, Tuban, menyatakan hal yang sama.

“Tak perlu lagi bersusah-suah nambang (naik perahu),” ucapnya.

Sebelumnya, sesuai jadwal pengerjaan, Jembatan Glendeng semestinya selesai pada akhir Desember 2023. Akan tetapi akibat kondisi tanah yang tidak stabil, dan debit air sungai yang meluap di musim hujan, diperlukan waktu lebih lama untuk penguatan pondasi di bagian bawah.

Proyek jembatan tersebut menelan anggaran APBD Tuban 2023 sebesar Rp20,8 miliar pada saat jembatan resmi ditutup 3 Agustus 2023 silam, pengguna jalan dari wilayah Kecamatan Rengel, Plumpang, dan Kecamatan Soko, Tuban ke Bojonegoro harus memutar ke arah Ponco di wilayah Kecamatan Parengan.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Diduga Cabuli Gadis Difabel, Mantan Modin Ditangkap Polisi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *