Bina Marga UPT PJJ Bojonegoro Sebut Retak Jembatan Kaliketek Masih Aman

Mokhammad Syaifudin
AMAN DILALUI : Kepala UPT PJJ Bojonegoro, Dinas PU Bina Marga Jatim, Mokhammad Syaifudin saat meninjau Jembatan Kaliketek.

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur (Jatim) melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Bojonegoro menyebutkan bahwa keretakan pada Jembatan Kaliketek masih aman untuk dilalui.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala UPT PJJ Bojonegoro, Mokhammad Syaifudin, usai melakukan tinjuan atas kondisi jembatan penghubung Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur, yang sempat viral di media sosial (Medsos).

“Tidak masalah, masih aman untuk dilalui,” katanya kepada SuaraBanyurip.com, Selasa (12/09/2023).

Syaifudin berani memastikan hal itu, sebab keretakan yang timbul tidak termasuk struktur jembatan yang memiliki bentang sepanjang 216 meter. Retak itu hanya pada selimutnya saja sebagai pemanis jembatan.

“Namun begitu, beberapa upaya penanganan tetap akan dilakukan, tetapi tidak sampai pada rekomendasi penutupan akses jembatan,” ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, Jembatan Kaliketek yang melintang di atas sungai Bengawan Solo, turut Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dikabarkan retak lumayan parah.

Retaknya beton jembatan yang menjadi akses keluar masuk kendaraan dari arah Kabupaten Bojonegoro menuju Kabupaten Tuban maupun sebaliknya itu viral dan menjadi buah bibir warganet.

Baca Juga :   Proyek Drainase dan Trotoar Kota Bojonegoro Senilai Rp 153 Miliar Mulai Dikerjakan

Diketahui retakan jembatan itu  diunggah oleh akun facebook bernama Ahzadanish. Unggahan berupa video kondisi jembatan berdurasi 18 detik itu banjir komentar dari netizen.

“Ngapunten.. iki gak bahaya toh.. nek boten penting dhapus mawon.lokasi jembatan kaliketek (mohon maaf, apakah ini tidak berbahaya, kalau tidak penting dihapus saja.lokasi jembatan kaliketek),” demikian caption dalam video.

Salah satu akun, Mzainurrmdhn menanggapi dengan menulis komentar,, “Msok ngenteni enek korban (masa menunggu ada korban)”.

Kemudian akun lainnya, Hendra Kurnia menyatakan bahwa jika tidak segera ditangani jembatan Kaliketek akan mengalami mati suri seperti jembatan Glendeng.

“Kalau gak segera ditangani,akan sama nasibnya dengan glendeng, mati suri, pengalihan jalur,” tulisnya.

Dikonfirmasi perihal keretakan jembatan Kaliketek, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro membenarkan hal itu dan telah melakukan pengecekan di lokasi.

Kepala Dishub Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo mengatakan, hasil pengecekan selanjutnya akan dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Timur.

“Agar segera diambil tindakan teknis sesuai kewenangan yang dimiliki,” katanya, Senin (11/9/2023).(fin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *