193,6 Juta Orang Akan Mudik Lebaran Idul Fitri 2024, Tujuan Terbanyak Jawa Tengah

Arus mudik.
FOTO ILUSTRASI : Arus mudik yang terjadi pada libur lebaran Idulfitri 2022. (Liputan6.com/Trieyasni).

SuaraBanyuurip.com – Sebanyak 193,6 juta orang atau 71,7% dari jumlah penduduk Indonesia akan melakukan mudik lebaran Idul Fitri 2024. Jumlah tersebut meningkat dibanding mudik tahun 2023 sebanyak 123,8 juta orang.

Jumlah pergerakan masyarakat selama lebaran Idul Fitri 2024 tersebut berdasarkan hasil survei yang dilaksanakan Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta melibatkan para pakar dan akademisi di bidang transportasi.

Survei tersebut terbukti akurat memberikan potensi pergerakan masyarakat yang melakukan mudik dimana pada tahun 2023 jumlahnya mencapai 123,8 juta orang atau 45,67 persen.

Hasil survei juga menyebutkan, perkiraan puncak hari mudik berdasarkan pilihan masyarakat adalah H-2 atau Senin, 8 April 2024 (dimulainya cuti bersama) dengan potensi pergerakan 26,6 juta orang (13,7%). Sedangkan perkiraan puncak hari balik adalah H+3 yakni Minggu, 14 April 2024 dengan potensi pergerakan 41 juta orang (21,2%).

Hasil survei juga menunjukkan daerah asal perjalanan terbanyak, yaitu Jawa Timur sebesar 16,2% (31,3 juta orang), disusul Jabodetabek sebesar 14,7% (28,43 juta orang), dan Jawa Tengah sebesar 13,5% (26,11 juta orang).

Baca Juga :   Lima Ruas Tol Berikan Diskon Hingga 58 Persen

Sementara itu, untuk daerah tujuan terbanyak, yaitu Jawa Tengah sebesar 31,8% (61,6 juta orang), Jawa Timur sebesar 19,4% (37,6 juta orang), dan Jawa Barat sebesar 16,6% (32,1 juta orang).

Arus mudik lebaran.
FOTO ILUSTRASI : Kereta Api menjadi moda transportasi yang paling banyak diminati masyarakat untuk melakukan mudik lebaran Idul Fitri 2024.

Sedangkan minat masyarakat terhadap pemilihan penggunaan angkutan untuk mudik lebaran terbanyak adalah kereta api sebesar 20,3% (39,32 juta), bus 19,4% (37,51 juta), mobil pribadi 18,3% (35,42 juta), dan sepeda motor sebesar 16,07% (31,12 juta).

Minat masyarakat tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tidak adanya COVID-19, ekonomi keluarga, cuti bersama, liburan anak sekolah, peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana transportasi, serta kondisi cuaca.

“Dari hasil survei yang dilakukan menunjukkan adanya tren peningkatan potensi pergerakan masyarakat,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Pria yang akrab disapa BKS ini menyatakan telah melaporkan hasil survei tersebut kepada Presiden Joko Widodo dan telah diinformasikan kepada pemangku kepentingan (stakeholder) terkait seperti kementerian/lembaga, pemerintah daerah, Korlantas Polri, BUMN dan swasta.

Baca Juga :   Dibanding Tahun 2023, Jumlah Kedatangan Penumpang di Terminal Bojonegoro 2024 Meningkat

“Melihat gambaran kondisi tersebut, kami melakukan langkah persiapan baik secara operasional maupun kebijakan dalam pengendalian, pengaturan transportasi, dan penanganan secara komprehensif bersama Instansi kementerian dan lembaga pada pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, serta pihak swasta,” paparnya.

BKS menegaskan, pemerintah akan memberlakukan kebijakan yang efektif untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pemudik yang mengakibatkan kepadatan di simpul dan di ruas jalan melalui pola perjalanan, pola transportasi, dan pola lalu lintas.

“Pengaturan waktu mudik, penyelenggaraan diskon tarif transportasi massal untuk mudik lebih dini, mudik gratis, rekayasa lalu lintas, diskon tarif jalan tol, hingga pengaturan lalu lintas terutama pada daerah yang beresiko terjadi kepadatan luar biasa akan kami lakukan,” pungkas BKS.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *