Kilang Pertamina Balikpapan Dipercaya Tingkatkan Kapasitas

Kilang Pertamina Balikpapan.
Kilang Pertamina Balikpapan dipercaya tingkatkan kapasitas, kompleksitas dan kualitas agar proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan berjalan lebih gesit dan cepat.(Foto dok KESDM)

SuaraBanyuurip.com – Pertamina sebagai badan usaha milik negara (BUMN) terus melanjutkan proyek-proyek strategis nasional yang diamanahkan. Salah satunya adalah proyek Refinery Development Master Plan (RDMP), yakni pengembangan kilang minyak dan petrokimia di Balikpapan.

Kilang Pertamina Balikpapan ini dipercaya untuk meningkatkan kapasitas, kompleksitas dan kualitas agar proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan berjalan lebih gesit dan cepat.

Proyek tersebut akan meningkatkan kapasitas kilang dari 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari, serta memperbaiki kualitas produk dan menurunkan harga pokok produksi bahan bakar minyak (BBM).

Hal ini akan mendorong peningkatan devisa serta penerimaan pajak, dan membantu mewujudkan kemandirian energi serta menekan defisit neraca perdagangan (current account deficit/CAD) dengan menurunkan impor produk BBM dan petrokimia secara signifikan.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi menegaskan, bahwa proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diprioritaskan pemerintah.

“Pemerintah terus mendukung Pertamina dalam menyelesaikan proyek RDMP Balikpapan. Kami yakin proyek ini akan memberikan manfaat yang besar bagi bangsa dan negara,” ujar Agus di Jakarta (26/3/2024).

Baca Juga :   Pentingnya Pelatihan dan Sertifikasi Pengujian BBM Penerbangan untuk Pekerja KPI

Dijelaskan, bahwa proyek ini mengusung aspek keberlanjutan dan lingkungan dengan menghasilkan produk berkualitas tinggi berstandar Euro 5 yang memiliki kandungan sulfur lebih rendah.

“Sehingga lebih ramah lingkungan,” ujarnya dikutip Suarabanyuurip.com dari laman resmi KESDM, Sabtu (30/03/2024).

Sementara Direktur Pengembangan Kilang Pertamina Balikpapan, Djoko Koen Soewito menjelaskan, kenaikan kualitas bahan bakar minyak yang ramah lingkungan.

“Proyek ini juga mengusung aspek keberlanjutan dan lingkungan dimana produk yang dihasilkan tergolong berkualitas tinggi berstandar Euro 5, yang memiliki kandungan sulfur lebih rendah sehingga lebih ramah lingkungan.” Jelas Djoko.

Manfaat Ekonomi dan Ramah Lingkungan

Sebagai salah satu proyek investasi terbesar di Indonesia, proyek Balikpapan akan memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi daerah dengan melibatkan perusahaan lokal, menciptakan lapangan kerja lokal, dan menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 30%-35%.

Selain itu, dengan penambahan produksi BBM, LPG, dan petrokimia nasional, diharapkan dapat menghemat defisit neraca perdagangan Indonesia hingga 2 miliar USD per tahunnya. Kilang RU V Balikpapan merupakan salah satu unit operasi kilang Pertamina Internasional yang produknya disalurkan ke kawasan Indonesia bagian timur, yang merupakan 2/3 dari NKRI.

Baca Juga :   149 Pekerja Kilang Pertamina Internasional Ikuti Pelatihan HSSE di PPSDM Migas

Dan beberapa produk disalurkan ke Indonesia bagian barat dan diekspor. Kilang ini telah beroperasi sejak 1922 dan saat ini memasok hingga 26% total kebutuhan BBM di seluruh Indonesia. Lokasi RU V sangat strategis untuk memasok kebutuhan BBM di kawasan Indonesia Timur, dan didukung oleh jaringan distribusi yang baik, mencakup pipa distribusi, kapal tanker, serta moda transportasi darat. (red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *