Menang Gugatan, 16.000 Dukungan Nurul Azizah Siap Diunggah ke Silonkada

DIKABULKAN : Sidang ajudikasi sengketa pemilihan antara Bapaslon Nurul Azizah - Nafik Sahal dengan KPU Bojonegoro di Kantor Bawaslu setempat.
DIKABULKAN : Sidang ajudikasi sengketa pemilihan antara Bapaslon Nurul Azizah - Nafik Sahal dengan KPU Bojonegoro di Kantor Bawaslu setempat.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Pasca pembacaan putusan Bawaslu Bojonegoro yang mengabulkan atau memenangkan gugatan bakal pasangan calon (Bapaslon) independen bupati dan wakil bupati (wabup), Nurul Azizah dan Nafik Sahal (Nu-Sa), tim relawan bakal segera mengunggah sekira 16.000 dukungan ke aplikasi Silonkada.

“Kami akan menggunakan kesempatan sesuai putusan Bawaslu untuk memasukan data sisa yang belum terinput di Aplikasi Silon selama 3×24 jam ini,” kata relawan sekaligus kakak kandung Nurul Azizah, Hamida Hayati kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (22/05/2024).

Perempuan purna tugas dari lembaga keuangan ternama milik pemerintah ini berharap, proses input dan unggah data semuanya berjalan lancar. Selain itu, Ida, demikian ia karib disapa, juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas perjuangan para relawan.

“Terima kasih kepada tim hukum dan relawan Nurul-Nafik yang terus semangat memberikan dukungan kepada pasangan Nurul-Nafik, serta KPU yang telah bersedia memfasilitasi pembukaan kembali Silonkada,” ucap Ida.

Sementara itu, salah satu Juru Bicara Sementara (Jbs) tim relawan bapaslon Nu-Sa, Alham M. Ubey menyatakan, bahwa pihaknya melampirkan banyak barang bukti sesuai dalil yang dituangkan dalam posita gugatan.

Barang bukti surat dukungan Bapaslon Nurul Azizah-Nafik Sahal saat diangkut ke Bawaslu Bojonegoro.
Barang bukti surat dukungan Bapaslon Nurul Azizah-Nafik Sahal saat diangkut ke Bawaslu Bojonegoro.

Misal, bukti beberapa foto screenshot layar laptop yang menunjukkan jaringan macet saat unggah dokumen, pada hari dan jam yang berbeda beda. Termasuk sekira 16.000 surat dukungan yang gagal diunggah ke Sistem Informasi Pencalonan Kepala Daerah (Silonkada).

Baca Juga :   Tingkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu, Posnu Koordinasi Bawaslu Bojonegoro

Dengan dibukanya kembali Silon KPU, sesuai perintah dalam putusan Bawaslu, maka proses unggah data dukungan bisa berlangsung kembali, dan seluruh dokumen dukungan ke Nurul Azizah-Nafik yang disyaratkan KPU sebagai bakal calon perseorangan atau independen bisa terpenuhi. Bahkan melebihi batas minimal.

Sebab, kata mantan anggota dan Ketua Panwaslu Kabupaten Bojonegoro pada Pemilu 2004 dan Pemilu 2009 ini, dari sebanyak 75.777 berkas fisik yang diterima KPU setempat, baru terunggah 59.891. Sehingga masih tersisa 15.886 dukungan atau hampir 16.000 dukungan.

Jumlah dukungan yang tersisa belum diunggah itupun menurut informasi yang diterima oleh mantan jurnalis RCTI ini, sebetulnya belumlah seberapa. Karena dukungan masyarakat berupa surat pernyataan yang disertai foto copy KTP jumlahnya mencapai ratusan ribu.

“Informasinya, masih banyak surat dukungan dan copy KTP yang masih tertahan di tangan relawan yang belum disetor ke posko, kabar yang kami terima, hampir sekira 400 ribu dukungan,” ungkap Alham.

Diberitakan sebelumnya, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya mengabulkan gugatan yang dimohonkan oleh Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Nurul Azizah – Nafik Sahal. Bapaslon asli Bojonegoro ini berpotensi lolos mendaftar jalur independen.

Sidang ajudikasi ini dipimpin oleh Handoko Sosro Hadi Wijoyo, Ketua Bawaslu Bojonegoro yang bertindak sebagai Ketua Majelis, dan tiga komisioner sebagai anggota, yaitu Weni Andriani, Muchid, dan Lia Adriyani.

Baca Juga :   Panwaslu Blora Rekrut 4.000 Relawan Pengawas

Pria yang karib disapa Hans ini menyebutkan, bahwa dalam kesepakatan bersama KPU Kabupaten Bojonegoro bersedia memfasilitasi permintaan terhadap pembukaan Aplikasi Silon ke KPU Republik Indonesia melalui KPU Provinsi Jawa Timur, kepada Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bojonegoro, Hj. Nurul Azizah Dra, M.M. dan Drs. Kh. Nafik Sahal, SH., ΜM.

Adapaun dasar putusan tersebut ialah kesepakatan di dalam musyawarah tertutup yang berlangsung sebelumnya. Di mana salah satu dasar gugatan pemohon yang dibenarkan oleh KPU Bojonegoro ialah perihal kendala yang terdapat pada Silonkada. Ini berakibat pada syarat dukungan menjadi tidak terpenuhi hingga berkas dikembalikan oleh KPU setempat.

“Yang membenarkan error dalam aplikasi itu kan jawaban KPU (Bojonegoro), jadi memang dibenarkan oleh para pihak bahwa ada kendala (di Silonkada),” tambahnya dalam wawancara cegat.

Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Bojonegoro Divisi Teknis Penyelenggaraan, Fatma Lestari menyatakan, pihaknya akan segera mengadakan rapat pleno. Setelah itu haslinya dikonsultasikan ke KPU Provinsi Jatim.

“Karena yang bisa membuka (Silonkada) ini adalah KPU RI,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *