Investasi Hulu Migas 2024 Diperkirakan Capai US$ 17,7 Miliar, SKK Migas : 40% dari Perusahaan Asing

Lapangan Migas Banyu Urip.
Pengeboran sumur infill clastic Banyu Urip, Blok Cepu menjadi salah satu penyokong investasi hulu migas tahun 2024.

SuaraBanyuurip.com – SKK Migas memperkirakan investasi hulu migas tahun 2024 mencapai US$ 17,7 miliar. Jumlah tersebut naik sekitar 29% dibandingkan capaian tahun 2023 sebesar US$ 13,7 miliar atau lebih dari 2 kali lipat pertumbuhan investasi di tahun 2023 yang tumbuh 13%.

“Ini menunjukkan gairah investasi hulu migas di Indonesia yang pada tren meningkat dan melampaui pertumbuhan investasi rata-rata hulu migas global. Ditahun 2023 saja, investasi hulu migas di Indonesia sudah melampaui rata-rata investasi hulu migas global,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto saat menjadi pembicara pada acara Future Energy Asia Strategic Summit dengan tema Asia and the New Global Energy System : Transformative, Adaptive and Responsible Upstream, Downstream and Renewable Models to Create a Pragmatic Pathway for Trackling the Energy Trilemma.

Dwi menyampaikan bahwa tren pertumbuhan investasi di Indonesia yang tinggi menunjukkan bahwa sektor hulu migas tetap menarik dan menjanjikan imbal hasil yang baik ditengah transisi energi menuju energi bersih yang tengah berlangsung.

Menurut dia, kebutuhan energi fosil minyak dan gas terus meningkat di Indonesia, sehingga mendorong Pemerintah dan SKK Migas untuk terus meningkatkan iklim investasi hulu migas guna mendorong peningkatan produksi minyak dan gas.

Baca Juga :   ICP April Turun Jadi US$ 61,96 per Barel

“Dari rencana investasi tahun ini, 40% akan berasal dari perusahaan asing antara lain Eni, Exxon Mobil, BP dan lainnya,” tegasnya Dwi.

Mantan Direktur Utama Pertamina ini mengungkapkan, investasi hulu migas yang terus meningkat terjadi di sektor eksplorasi maupun eksploitasi. Untuk investasi eksplorasi dalam rangka mencari sumber cadangan yang baru juga meningkat secara drastis. Investasi eksplorasi di tahun 2022 mencapai US$ 0,7 miliar, meningkat sebesar 29% menjadi US$ 0,9 miliar di tahun 2023.

“Untuk target investasi eksplorasi di tahun 2024 sebesar US$ 1,8 miliar atau meningkat 100% dibandingkan capaian di tahun 2023,” jelas Dwi.

Investasi di sektor eksploitasi, lanjut dia, paling banyak untuk pemboran sumur pengembangan yang jumlahnya terus meningkat. Realisasi kegiatan pemboran sumur pengembangan di tahun 2023 sebanyak 799 sumur atau meningkat 333% dibandingkan kegiatan pemboran sumur pengembangan saat awal pandemi Covid-19 ditahun 2020 yang sebanyak 240 sumur.

“Tahun 2024 ini kita targetkan kegiatan pemboran sumur pengembangan sebanyak 932 sumur atau meningkat 17% dibandingkan realisasi 2023,” tandasnya.

Baca Juga :   Dua Pemahaman Keliru Tentang Cost Recovery

SKK Migas memperkirakan produksi minyak di tahun 2024 akan sedikit lebih rendah dibandingkan tahun 2023, namun sudah lebih tinggi dari yang diperkirakan secara teknis. Untuk tahun 2025 diperkirakan produksi minyak sudah meningkat, lebih tinggi dibandingkan perkiraan produksi minyak 2024.

Untuk 2026 dengan telah onstreamnya proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) yang dioperasikan oleh EMCL, maka produksi minyak akan meningkat lagi, serta tren meningkat akan terus terjadi juga di tahun 2027 ketika sebagian proyek Geng North yang dioperasikan ENI sudah onstream.

Sedangkan salur gas ditahun 2024 akan meningkat hampir 8% menjadi sekitar 5.700 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd), di atas 5.300 MMSCFD yang dicapai pada tahun 2023 dan perkiraan sebelumnya pada tahun 2024 sebesar 5.544 MMSCFD berdasarkan rencana kerja kontraktor.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *