Belum Genap Enam Bulan, 76 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Bojonegoro

Kebakaran.
Warga berbondong-bondong menyaksikan kebakaran rumah milik Sukardi warga Dusun Gayam, Desa/Kecamatan Gayam.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Kasus kebakaran di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur cukup tinggi. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro mencatat, hingga pertengehan Juni 2024 sudah sebanyak 76 kejadian kebakaran.

Penyebab kejadian kebakaran bervariatif. Mulai dari korsleting listrik, kompor LPG, bediang, hingga akibat membakar sampah. Kebakaran terjadi pada rumah, kandang ternak, sepeda motor, hingga gudang.

“Dan per hari ini untuk wilayah Bojonegoro, sudah ada 76 kali kejadian kebakaran, rata-rata masih didominasi korsleting listrik,” kata Kepala Damkarmat Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan, Selasa (11/6/2024).

Kejadian kebakaran terbaru terjadi pada hari ini di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho. Sebuah rumah milik Ismani dan tiga ekor sapi terbakar.

Pnyebab kebakaran diduga karena bediang sapi yang merembet hingga menyebabkan rumah milik Ismani yang terbuat dari kayu jati ludes terbakar.

Camat Ngraho, Masirin mengatakan, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 08.20 pagi saat kondisi rumah sedang tidak ada orang. Pemilik rumah Ismani sedang bekerja dan anaknya sedang mengantar ke sekolah.

Baca Juga :   Sepanjang 2021, Terjadi 150 Kejadian Kebakaran di Bojonegoro

“Kebakaran pertama kali diketahui oleh Alif tetangga Ismani yang melihat kepulan asap tebal keluar dari rumah korban. Mengetahui hal itu dia langsung meminta bantuan ke warga untuk memadamkan api,” katanya, Selasa (11/4/2024).

Warga sekitar sempat berupaya mendobrak pintu utama untuk menyelamatkan barang-barang berharga. Akan tetapi api sudah membesar sehingga tidak berani untuk memasuki rumah Ismani yang terbakar.

“Kemudian warga melaporkan ke kepala desa dan Forkompincam untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran. Berdasarkan informasi dari para saksi api berasal dari ruang tengah tempat memasak atau dapur,” jelas Masirin.

Petugas Damkar yang tiba di lokasi mendapati api sudah membesar dan membakar seluruh rumah Ismani. Warga dan petugas juga berupaya memadamkan api sehingga api bisa dipadamkan 20 menit kemudian. Beruntung si jago merah tidak menjalar ke pemukiman warga yang lain yang berhimpitan dengan jarak 1 meter.

Akibat kejadian tersebut kondisi rumah Ismani habis terbakar dan tidak menyisakan bangunan. Barang berharga dan tiga ekor sapi berukuran besar juga ikut terbakar.

Baca Juga :   Gedung Pemda Tuban Terbakar

“Kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta,” ucap Masirin.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *