Berdiri di Atas Lahan Perhutani, Rumah Striker Timnas U-16 Asal Bojonegoro Tak Layak Huni

Rumah Alberto tak layak huni.
Kondisi tampak luar rumah striker Timnas Indonesia U-16 Fadly Alberto yang tak layak huni dan berdiri di atas lahan perhutani.

Kabupaten Bojonegoro merupakan daerah di wilayah provinsi Jawa Timur yang memiliki penghasil minyak dan gas bumi (Migas). Kendati masih sangat gampang ditemukan warga yang berada digaris kemiskinan. Fadly Alberto Hengga striker Timnas Indonesia U-16 salah satu diantaranya.

SIANG itu cuaca tak begitu panas. Sinar matahari timbul tenggelam tertutup awan saat wartawan media ini bertandang ke rumah Fadly Alberto Hengga di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Fadly Alberto Hengga merupakan striker Timnas Indonesia U-16 yang kini tengah ramai diperbincangkan warga usai bermain di Turnamen ASEAN U-16 Boy Championship 2024.

Siapa sangka, pemain sepak bola asal Kabupaten Bojonegoro ini menjadi bagian dari potret kemiskinan di daerah penghasil migas. Sebab ia tinggal dalam rumah tak layak huni.

Anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan John Clif Hengga (49) pria asal Kota Timika, Papua Tengah, dengan Piana (43) perempuan asal Kabupaten Bojonegoro itu, mendiami rumah yang sangat sederhana.

Bahkan, rumah yang hanya seluas 4×8 meter terbuat dari kayu, berpapan kalsiboard, beratap asbes dan seng itu berdiri di atas tanah yang bukan milik sendiri. Melainkan dibangun di atas lahan milik Perhutani.

Kondisi dalam rumah yang ditempati Striker Timnas Indonesia U-16, Fadly Alberto tanpa sekat dan kamar.
Kondisi dalam rumah yang ditempati Striker Timnas Indonesia U-16, Fadly Alberto tanpa sekat dan kamar.

Saat masuk kondisi rumahnya, siapapun musti akan tersentuh hatinya. Karena ruang tamu, kamar tidur, hingga dapur berfungsi menjadi satu tanpa sekat. Rumah itulah yang dihuni Fadly Alberto bersama Ibunda dan adiknya bernama Iriana Beatrik Hengga (13) selama ini.

Saat bertandang, Fadly yang karib disapa Alberto ini tidak berada di rumah. Beruntung kerabat Alberto, Fatakun bersedia menemui. Ia mengisahkan, bahwa sejak pulang dari Papua kisaran tahun 2011 silam, Fadly bersama ibu dan adiknya tinggal di rumah bedeng yang bisa dibilang kurang layak di atas tanah milik Perhutani.

Baca Juga :   Dukungan Terus Mengalir, Warga Pasang Puluhan Banner Nurul Azizah di Warkop Sekitar Blok Cepu

“Ini bukan tanah hak milik, jadi sewaktu-waktu kalau dibutuhkan (oleh Perhutani) ya harus dibongkar rumahnya,” kata Fatakun sambil menunjukkan kondisi rumah Alberto, Jumat (05/07/2024).

Kehidupan pahit Fadly ternyata tak berhenti di situ saja, karena remaja laki-laki dan keluarganya itu tak pernah mendapatkan bantuan rumah dari Pemkab Bojonegoro. Pernah diusulkan, namun kenyataannya hingga saat ini belum ada realisasinya. Baik berasal dari Program Bedah Rumah ataupun RTLH (Rumah Tidak Layak Huni).

“Kemungkinan karena status tanahnya bukan hak milik (tanah Perhutani), saya sendiri juga kurang tahu apa alasannya,” terangnya.

Penderitaan Fadly masih berlanjut, kondisi ekonomi keluarga yang menurut Fatakun juga terbilang kurang mampu. Sebab ibu Fadly berstatus single parent dengan dua anak itu hanya bekerja serabutan. Misalnya mencuci pakaian dan mengasuh anak para tetangga.

“Untuk pekerjaannya ya seadanya. Membantu para tetangga yang membutuhkan,” bebernya.

Dengan adanya prestasi yang ditorehkan Alberto, Fatakun berharap kepada semua pihak, khususnya Pemkab Bojonegoro, untuk memberikan apresiasi kepada keluarga Fadly, karena bagaimana pun juga Alberto telah turut mengharumkan nama Bojonegoro di kancah olahraga Nasional.

“Ya harapannya ada kepedulian dari Pemerintah Daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Ibu kandung Alberto, Piana, mengaku bangga dengan prestasi yang diraih anaknya yang kini tengah bergabung di Timnas Indonesia U-16, yang kini sedang mengikuti Turnamen ASEAN U-16 Boy Championship 2024.

Baca Juga :   Muncul Foto Sekda Berseragam ASN Calonkan Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah: Bukan Tim Kita yang Pasang

“Pokoknya senang Fadly bergabung dengan Timnas Indonesia,” ujar Piana.

Sebagai orang tua yang merawat Alberto seorang diri, Piana berharap kepada Fadly Alberto agar menjadi anak yang mampu menjaga perilakunya dan selalu menjadi pribadi yang rendah hati dan tidak sombong.

“Harapan saya agar jadi anak yang sukses dan terkabul apa yang dicita-citakan,” ucapnya.

Sekda Nurul Azizah dan Piana Ibunda Alberto.
Sekda Bojonegoro Nurul Azizah saat mengunjungi rumah Alberto dan memberikan semangat serta dukungan kepada Piana, ibunda Alberto.

Untuk diketahui, Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Nurul Azizah telah mengunjungi rumah sederhana keluarga Fadly Alberto pada akhir bulan Juni 2024 lalu. Saat itu perempuan santun dan ramah ini memberikan semangat dan dukungannya dengan memeluk Ibu Alberto.

Mbak Nurul, demikian Nurul Azizah karib disapa, juga memberikan apresiasi dan rasa bangga atas gol yang dicetak putra Piana itu saat pertandingan Indonesia melawan Singapura.

“Jadi kondisilah yang memaksa semangat Alberto ingin sukes membahagiakan kedua orang tuanya dengan jalan sepak bola. Luar biasa,” ungkap perempuan asli Bojonegoro ini.

Ditambahkan bahwa pihaknya akan segera memberikan perhatian sebagai wujud kepedulian.

“Kita akan mengusahakan untuk dilakukan bedah rumah,” tandasnya.

Sementara kala itu orang tua Alberto, Piana mengucapkan terima kasih kepada Sekda Bojonegoro Nurul Azizah telah berkenan mengunjungi tempat tinggalnya. Hal ini suatu kehormatan dan wujud perhatian terhadap keluarganya.

“Mudah-mudahan dengan kunjungan Ibu Sekda Nurul Azizah ini, kami akan segera mendapatkan bantuan dari pemerintah,” pungkasnya.(Arifin Jauhari)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar