Pulang Bojonegoro, Tanda Tangan Striker Timnas Alberto Jadi Buruan Penggemar

Striker Timnas Indonesia U-16, Fadli Alberto Hengga sedang melayani anak-anak yang memintanya membubuhkan tanda tangan.
POPULER : Striker Timnas Indonesia U-16, Fadli Alberto Hengga sedang melayani anak-anak yang memintanya membubuhkan tanda tangan.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Kepulangan striker sepakbola Tim Nasional (timnas) Indonesia, Fadli Alberto Hengga ke kampung halaman di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berbuah fenomena.

Pasalnya remaja putra ini menjadi obyek buruan para penggemar bagaikan artis papan atas. Entah sekedar berkunjung, meminta foto bersama, sampai tanda tangannya pun laku dibubuhkan ke kaos dan baju para peminatnya.

“Ya bangga Mas, bisa dapat tanda tangannya dan dapat foto bareng dengan Alberto,” ungkap Ani salah satu warga Desa Banjarsari yang menyambut kepulangan Fadli Alberto.

Setibanya di rumah, pemilik nomor punggung 10 Timnas Indonesia U-16 ini memang disambut bahagia oleh keluarga serta tetangganya yang ikut bangga atas prestasi yang telah diraih Alberto, yakni mengantarkan tim nasional menjadi juara ke 3 di ajang Turnamen ASEAN U-16 Boy Championship 2024.

Menurut Piana, ibunda Alberto, ketika pulang putranya itu tidak mau dijemput oleh keluarga melainkan lebih memilih naik sepeda motor hingga tiba di rumahnya.

Baca Juga :   Timnas Indonesia VS Irak, Tak Ada Nobar di Halaman Rumah Ortu Pratama Arhan

“Gak mau mas dijemput keluarga, bahkan ia sempat ngomong kalo ia minta di jemput di Terminal Rajekwesi Bojonegoro, dan akhirnya ia dibonceng sepeda motor oleh orang Bhayangkara,” kata Piana kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (9/7/2024).

Sementara Alberto sendiri mengaku sangat senang dapat bermain di Turnamen ASEAN U-16 Boy Championship 2024 dan mampu mencetak satu gol ke gawang Timnas Singapura. Gol ini menjadi kebanggaan yang menurutnya tak dapat dia utarakan dengan kata-kata.

“Bangga sekali mas, ternyata yang melihat kita dari sabang sampai merauke, saya gak nyangka mas sampai kayak gitu,” ujar pelajar SMKN 1 Dander ini.

Hal demikian ia rasakan sebab dalam ajang di tingkat Asia Tenggara itu banyak timnas negara lain bermain sangat bagus, namun dari semuanya hanya Timnas Australia yang dirasa paling berat untuk dihadapi.

“Saya kira Timnas Australia paling berat, karena fisik mereka bagus-bagus, tapi kalau soal mental kita gak kalah, Mas,” bebernya bersemangat.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   PK PMII UNU Sunan Giri Kampanyekan HAN 2022 di Alun-Alun Bojonegoro

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *