SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Konstelasi politik yang berubah semakin cepat pada saat pendaftaran calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojonegoro, konon dibuntuti oleh isu politik yang masif beredar.
Salah satu isu yang mencuat yakni muncul tentang dugaan Anna Mu’awanah yang meninggalkan jabatannya sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Bojonegoro demi nyalon bupati (nyabup) dari PDI Perjuangan.
Indikatornya ialah Ketua DPC PKB Bojonegoro, Anna Mu’awanah tidak hadir mengantarkan pasangan Wahono-Nurul mendaftar ke KPU. Justru Bendahara DPW PKB Jatim, Fauzan Fuadi yang hadir di KPU Kabupaten Bojonegoro bersama Sekretaris DPC PKB Bojonegoro, Abdulloh Umar.
Namun isu tersebut dibantah oleh Fauzan dan meminta para wartawan yang mengkonfirmasi hal itu menanyakan kembali kepada pemberi kabar. Jawaban ini ditanyakan kembali dan dibantah lagi.
“Nggak ada, nggak ada, Bu Anna tetap Ketua DPC PKB,” tegasnya.
Bahkan alasan yang menyebabkan ketidakhadiran Anna Mu’awanah pun Fauzan mengaku tidak tahu. Sebab kehadirannya untuk mengantarkan pasangan Wahono-Nurul mendaftar ke KPU Bojonegoro pun hanya melaksanakan tugas sebagai kepanjangan tangan dari DPP PKB.
“Saya ndak tahu (alasan Anna tidak hadir), ini kan domain DPP,” ujar pria yang menjabat Bendahara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur.

Sementara itu, Bacabup Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan, bahwa PKB adalah partai yang terbaru bergabung ke pihaknya. Menurut putra Desa Dolokgede ini, banyaknya partai yang bergabung kebetulan memang ada kecocokan satu sama lain.
“Semuanya kebetulan klik dengan kita (kami), yang terakhir bergabung adalah PKB,” tegasnya dalam konferensi pers usai proses pendaftaran di KPU Bojonegoro.(fin)





