SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Seorang oknum anggota Banser dari Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditengarai menyebarkan pesan bahwa Anna Mu’awanah dilarang berangkat mendaftar pencalonan bupati karena dilarang Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.
Pesan itu lantas menjadi viral di sejumlah media sosial. Sadar bahwa hal itu adalah salah, si pembuat pesan kemudian menyampaikan klarifikasi dalam bentuk video dan meminta maaf karena mengaku khilaf.
Diketahui, pesan pendek itu dibuat oleh Gunowo di dalam grup WhatsApp berisi anggota Banser di Kecamatan Margomulyo Bojonegoro itu dibawah sebuah kiriman video.
“Syukuran ibuk mau mendaftar besok sore setelah ashar, tetapi Pratikno melarang untuk berangkat. Mohon maaf sahabat, ibuk mau mendaftar lewat PDI-P tadi malam sudah mau fix. Tadi pagi jam 6.30 di WA dari stafnya bapak Pratikno untuk tidak jadi berangkat,” demikian isi pesan dari nomor milik Gunowo.
Pesan itu sontak menyebar demikian cepat ke berbagai media sosial maupun grup-grup whatsapp dan segera menjadi buah bibir.
Saat Suarabanyuurip.com mengkonfirmasi kejadian itu, dan menanyakan dasar informasinya, Gunowo mengaku bahwa dia seorang anggota banser biasa di Kecamatan Margomulyo. Informasi yang dia dapat hanyalah kabar burung saja. Sebab berasal dari sumber yang tidak jelas, yakni dari omong-omong dengan temannya.
Untuk itu dia mengakui bahwa telah menerima informasi yang salah. Disebutkan, bahwa pesan yang dibuatnya itu pun dia lakukan atas kehendak sendiri tanpa ada yang menyuruh.
“Itu murni kesalahan saya mas, saya gak tau kalau bakal seramai ini, jadi saya minta maaf kepada pihak yang merasa dirugikan,” kata Gunowo kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (30/8/2024).
Ramainya kabar tersebut membuat Gunowo akhirnya membuat video klarifikasi yang berdurasi 44 detik. Dalam video tersebut Gunowo menjelaskan bahwa isi informasi yang dia buat itu tidak benar. Maka ia meminta maaf.
“Saya Gunowo, yang membuat info Pratikno melarang ibuk maju di pilkada. Mohon maaf itu adalah kekhilafan saya, itu semua tidak benar dan saya mohon maaf terhadap pihak – pihak yang merasa dirugikan atas WA saya di grup Banser tersebut,” kata Gunowo dalam video klarifikasi.(fin)





