SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro – Sejumlah warga mempertanyakan akses siaran debat pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2024 yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Mengacu jadwal dari KPU Bojonegoro, debat perdana akan mengadu gagasan antar calon wakil bupati (cawabup) dari pasangan calon (paslon) 01 Farida Hidayati dengan cawabup paslon 02 Nurul Azizah, Sabtu, 19 Oktober 2024, dan disiarkan secara langsung di TV9, salah satu media elektronik beralamat di Surabaya.
Namun saluran dalam siaran ini didapati keluhan dari sejumlah warga yang mempertanyakan pemilihan media televisi tersebut dipakai KPU untuk menyiarkan debat. Musababnya karena tidak semua wilayah atau kecamatan di Kabupaten Bojonegoro dapat menerima siaran dari televisi tersebut.
“Setahu saya tidak pernah melihat ada saluran TV9 di TV saya, (bahkan) sudah beberapa kali saya setel ulang saluran juga tak pernah muncul,” keluh salah satu warga di Kecamatan Dander, Nawawi, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (19/10/2024).
Tak hanya Nawawi, warga lainnya, Purwanto di Desa Sumbertlaseh pun menanyakan ihwal kanal TV9 yang tidak ia terima dalam gawai televisi yang ia punya. Begitu pula hal yang sama diaminkan oleh kawan-kawannya dari kecamatan lain ketika keadaan itu ia tanyakan.
“Saya sempatkan tanya kawan saya yang di Balen tidak ada, lebih ke Timurnya lagi di Sumberrejo juga tidak ada kanal TV9,” ungkap Purwanto.
Dikonfirmasi secara terpisah, Komisioner KPU Bojonegoro Divisi penyelenggaraan, Ariel Sharon membenarkan, bahwa pihaknya menyiarkan acara debat pilkada akan disiarkan live di TV9 dan B-One TV.
“Karena salah satu syarat media yang menyiarkan debat adalah TV lokal,” ujar Ariel Sharon.
Berdasarkan informasi, kedua media TV tersebut masih satu manajemen di bawah naungan Siantar Top, sebuah perusahaan swasta di Surabaya.
Menurut Ariel, TV9 ketika siaran menggunakan ijin penyiaran B-One TV. Secara teknis mereka me-relay saluran lokal B-One TV dan siaran B-One TV bisa diakses oleh seluruh masyarakat Bojonegoro.
“Jadi (saya mendapat jawaban dari lembaga penyiarannya) begini, karena menggunakan frekuensi digital, maka Semua TV (nasional/lokal) menggunakan stasiun pemancar MUX (multiplexing) dengan kualitas dan coverage yang sama dalam satu layanan siaran, termasuk di Bojonegoro/Tuban,” jelasnya.
“Mereka berjanji pada saat live powernya dinaikkan, agar bisa diakses di seluruh wilayah,” tandas Ariel.(fin)





