Elektabilitas Wahono-Nurul Unggul 81 Persen, Teguh-Farida Jeblok di 8,5 Persen

Survei pilkada bojonegoro.
Hasil survei Populi Center menunjukkan elektabilitas paslon 02, Setyo Wahono-Nurul Azizah mencapai 81 persen. Sementara paslon 01, Teguh Haryono-Farida Hidayati hanya 8,5 persen.

Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Elektabilitas pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro nomor 02, Setyo Wahono-Nurul Azizah semakin jauh meninggalkan paslon 01, Teguh Haryono-Farida Hidayati.

Berdasarkan hasil survei lembaga penelitian non-profit di bidang kebijakan dan opini publik, Populi Center, elektabilitas paslon 02, Setyo Wahono-Nurul Azizah mencapai 81 persen. Sementara paslon 01, Teguh Haryono-Farida Hidayati hanya 8,5 persen.

Tujuan survei untuk melihat peta persaingan terkini di antara calon-calon yang berlaga dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Bojonegoro 2024, sebagai referensi bagi pemilih dalam menentukan pilihan.

Peneliti Populi Center, Hartanto Rosojati menjelaskan, survei partisipasi dan preferensi pemilih menjelang pilbup Bojonegoro mulai diselenggarakan 6 hingga 12 November 2024. Sampel responden tersebar secara proporsional di 28 kecamatan.

Metode pengambilan data dalam survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka (face to face interview) kepada 800 responden yang dipilih menggunakan metode acak berangkat (multistage random sampling) dengan rentang Margin of Error (MoE) + 3,46 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Proses wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan aplikasi Populi Center.

Hasil survei kali ini menunjukkan, tingkat elektabilitas terbuka (top of mind) calon bupati Setyo Wahono 73,1 persen, sementara Teguh Haryono berada di urutan kedua dengan 6 persen.

Baca Juga :   Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Wahono-Nurul Menang 100 Persen di TPS Kampung Halaman

Untuk elektabilitas terbuka (top of mind) calon wakil bupati, diperoleh Nurul Azizah dengan 74 persen. Sedangkan Farida Hidayati dengan 6,1 persen.

Elektabilitas head to head pasangan calon, pasangan Setyo Wahono-Nurul Azizah dengan 81 persen mengungguli pasangan Teguh Haryono-Farida Hidayati dengan 8,5 persen. Adapun masyarakat yang belum memutuskan sebesar 9 persen dan yang menolak menjawab sebesar 1,5 persen.

“Hasil ini menunjukkan terdapat peningkatan elektabilitas Setyo Wahono-Nurul Azizah sebesar 5,4 persen dari survei di bulan Oktober. Sementara tingkat keterpilihan Teguh Haryono-Farida Hidayati tidak mengalami perubahan atau stagnan,” beber hartanto dalam keterangan tertulis, Jumat (15/11/2024).

Terkait kemantapan pilihan, sebesar 79,7 persen masyarakat menjawab sudah mantap dengan pasangan calon yang dipilihnya. Sedangkan sebesar 20,3 persen menjawab masih akan berubah.

Dari kemantapan pilihan tersebut, pemilih Setyo Wahono-Nurul Azizah yang menjawab sudah mantap dan tidak akan berubah sebesar 81,6 persen. Sementara kemantapan pemilih dari Teguh Haryono-Farida Hidayati sebesar 61,8 persen.

“Temuan ini menunjukkan bahwa strong voters dari pasangan Setyo Wahono-Nurul Azizah lebih tinggi,” ujarnya.

Hasil survei juga menunjukkan sifat kepemimpinan Setyo Wahono dianggap sebagai tokoh yang paling berwibawa (51,4 persen), tegas (47,1 persen), jujur (34,9 persen), dan sering memberikan bantuan (28,3 persen).

Baca Juga :   ASN Gagal Nyalon Kades, Komisi A : Bupati Bojonegoro Langgar HAM

Kemudian Nurul Azizah dianggap paling merakyat (41,4 persen), taat beragama/religius (34,4 persen), dan dekat dengan ulama/kyai (33,9 persen). Sementara tidak ada yang mengunggulkan Teguh Haryono dan Farida Hidayati dalam sifat kepemimpinan yang sudah disebutkan.

Secara umum, temuan survei memperlihatkan bahwa tingginya tingkat keterpilihan terbuka untuk Setyo Wahono dan Nurul Azizah, hingga kemantapan pilihan. Selain itu, atribut kepemimpinan yang dominan mengunggulkan kedua tokoh tersebut (Prabowo-Gibran) disinyalir menjadi penyebab kuatnya suara pasangan calon Setyo Wahono-Nurul Azizah pada elektabilitas head to head pasangan jika dibandingkan dengan pasangan Teguh
Haryono-Farida Hidayati.

Pada sebaran pemilih partai politik pada Pileg 2024 (indikatif) menunjukkan bahwa dukungan terhadap Setyo Wahono-Nurul Azizah juga terlihat dari soliditas para pemilih partai politik yang mengusung pasangan calon tersebut.

“Di sisi lain, para pemilih PDIP dan Perindo yang notabene partai mengusung pasangan Teguh Haryono-Farida Hidayati, justru menunjukkan kecenderungan dukungan untuk Setyo Wahono-Nurul Azizah,” tandas Hartanto.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait