Serapan Dana Desa Bojonegoro Capai Rp 400 Miliar

Kepala DPMD Bojonegoro, Machmuddin.
Kepala DPMD Bojonegoro, Machmuddin.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Realisasi dana desa (DD) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur hingga November 2024 sudah mencapai 97,81 persen. Namun Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro mencatat masih ada 15 desa yang saat ini proses pencairan.

Kepala DPMD Bojonegoro, Machmuddin mengatakan, 403 desa telah mencairkan DD tahap dua, dengan total anggaran yang telah terserap sebesar Rp 400 miliar. Sementara 15 desa lainnya masih proses pencairan, yakni 3 desa proses di BPKAD, 4 Desa proses di DPMD, 2 desa masih koreksi tingkat kecamatan, 1 desa masih revisi permohonan, dan 5 desa belum mengirim proposal pencairan.

“Untuk Desa Talok, Kecamatan Kalitidu tidak termasuk karena DD tahap satu tidak mengajukan,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (22/11/2024).

Dia mengatakan, total pagu DD sesuai peraturan menteri keuangan (PMK) sebesar Rp 398 miliar, kemudian ditambah dengan insentif desa (tambahan DD) sebesar Rp 11 miliar. Sehingga total DD Kabupaten Bojonegoro mencapai Rp 409 miliar.

“Namun besaran itu masih memiliki sisa Rp 8,9 miliar yang masih belum terserap per 17 November kemarin,” ujarnya.

Baca Juga :   1.579 Peserta Ikuti Tes Tulis Pendamping BUMDes Bojonegoro
Pembangunan tembok penahan tanah Desa Mojodelik.
Pembangunan infrastruktur tembok penahan tanah di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Mantan Camat Ngasem tersebut menargetkan, DD tahap dua ini akan selesai disalurkan pada akhir Desember mendatang. Sehingga jika DD sudah terserap pembangunan desa akan berjalan sesuai program desa masing-masing.

Terpisah Kepala Desa (Kades) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Yuntik Rahayu mengatakan, DD tahap dua untuk Mojodelik sudah dicairkan dan digunakan untuk pembangunan desa. Diantaranya digunakan untuk pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dan pengerasan jalan tembus Dusun Sogo dengan anggaran Rp 223 juta lebih.

“Jalan ini dibuat karena ada beberapa rumah di tengah sawah pekarangan. Sehingga sebagai jalan alternatif jika ada kegiatan di masjid akses ditutup bisa melalui jalan yang dibangun tersebut,” kata kades ring satu ladang minyak Banyu Urip, Blok Cepu ini.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait