Banjir Terjang 5 Desa di Kecamatan Dander Bojonegoro

Banjir bandang dander
Banjir bandang ditengarai berasal dari area hutan melanda lima desa di Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Banjir luapan air hujan ditengarai berasal dari arah wilayah hutan menerjang lima desa di wilayah Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kelima desa terdampak banjir itu ialah Dander, Growok, Sumberarum, Kunci, dan Ngunut, Senin (23/12/2024).

Hujan lebat disertai angin sejak pukul 16.15 WIB sore dan meluapnya air sungai dan dari hutan mengakibatkan banjir bandang dan menggenangi beberapa rumah warga, fasilitas umum (fasum) dan ruas jalan di wilayah Kecamatan Dander.

“Iya, (banjir bandang), lima desa terdampak tetapi tidak ada laporan korban jiwa,” kata Camat Dander, Mujianto kepada Suarabanyuurip.com, Senin (23/12/2024) malam.

Salah satu warga Desa Dander, Dusun Ledokan, Nur Arif mengaku, banjir bandang terjadi beberapa menit setelah terjadi curah hujan lebat. Lokasi di mana ia tinggal berada pada permukaan lebih rendah ketimbang wilayah lain. Tak pelak, genangan sempat sampai setinggi perut orang dewasa.

“Sekarang sudah mulai surut,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Lela Noer Aeny menyatakan, bahwa rumah terendam di Desa Dander meliputi wilayah Rukun Tetangga (RT) 16, 17, 18, 19, 20 ,21, 22, 26, 27, 28, 29, 32, 33, 34, dan 35 dengan ketinggian air 40-80 centimeter (cm).

Baca Juga :   Penggunaan Syarat Dukungan Jalur Independen Hak Prerogatif Calon

Selain itu terdapat 1 bangunan masjid terendam dengan ketinggian 50 cm. Lalu area persawahan seluas ± 15 hektar (ha) terendam 50 cm dengan usia padi 45 hari. Serta menggenangi jalan poros Kecamatan Dander – Ngasem sepanjang sekira 100 meter (m) dengan ketinggian ± 70 cm.

Banjir bandang dander
Jalan Poros Kecamatan Dander – Ngasem sudah mulai surut pada pukul 20.00 WIB.

Kemudian, banjir bandang juga berdampak rumah terendam di Desa Kunci pada RT 5, 8, 9, 10, 12, 15 dengan ketinggian air 40 -60 cm, sawah seluas +/- 10 ha tanaman padi usia 45 hari dengan ketinggian 50 cm, dan mengakibatkan Jalan Raya Dander – Temayang tergenang air sepanjang 200 m dengan ketinggian ± 60 cm.

Berikutnya, rumah terendam di Desa Ngunut meliputi RT 3, 4, 6, 7, 8, 11, 12, 13, 16, 17, 20, 21, 22, dan 23. Pun merendam area sawah seluas ± 20 Ha usia padi 45 hari dengan ketinggian air 30 – 70 cm. Sama halnya dengan desa lain, Jalan Ngunut – Ngasem tergenang air sepanjang 100 m dengan ketinggian air ± 20 – 40 cm. Tetapi pada saat berita ini ditayangkan kondisi genangan telah surut.

Baca Juga :   Sebut Lima Wilayah di Bojonegoro Potensi Banjir Bandang

Sedangkan rumah terendam di Desa Growok berada di RT 1, 2, 5, 6, dan 7 dengan ketinggian air ± 20 – 30 cm. Lalu sawah seluas ± 30 Ha usia padi 60 hari dengan ketinggian air ± 50 cm, serta merendam Jalan Raya Dander – Temayang sepanjang +/- 100 meter dengan ketinggian air 50 cm.

Selanjutnya, rumah terendam di Desa Sumberarum terdapat di RT 15, 16, 17, 24, 28, 32, 33 dengan ketinggian air ± 20 – 30 cm. Begitu pun merendam sawah seluas +/- 15 Ha usia padi 50 hari dengan ketinggian air 30 – 50 cm. Termasuk Jalan Raya Dander-Temayang sepanjang +/- 100 Meter dengan ketinggian air 30 – 40 cm.

“Kondisi terkini, sejak pukul 20.00 WIB air sudah mulai surut. Untuk rumah warga sebagian masih tergenang. Masyarakat sudah mulai membersihkan rumah, dan akses jalan sudah ada yang bisa dilewati,” tandas Ani, sapaan karib Kalaksa BPBD.(fin)

 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait