SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Konon, ternyata Bojonegoro punya sirkuit balap motor. Letaknya berada di Gedung Olahraga (GOR) Utama, turut Desa Ngumpakdalem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Tetapi induk cabang olahraga (cabor) bermotor setempat menilai sirkuit itu berbahaya jika digunakan untuk bermanuver.
Pembangunan sirkuit itu dapat diketahui dari papan informasi yang dipasangkan di tepi pagar GOR Utama sebelah barat agak ke selatan. Pemkab Bojonegoro membangun sirkuit itu melalui Dinas Pemuda dan olahraga (dinpora). Sirkuit ini berada di halaman seberang barat GOR.
Sebelum dibangun sirkuit, lahan itu merupakan lapangan parkir GOR, lalu diurug dan dilakukan pengaspalan. Namun tidak nampak tanda-tanda khusus bahwa area itu adalah sirkuit.
Sebagaimana tertera pada papan informasi yang terpasang berbunyi “Pembangunan Bangunan Gedung Tidak Sederhana (Sirkuit GOR Utama Bojonegoro)”. Pembangunan sirkuit ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp3,95 miliar.
Sejumlah warga memanfaatkan lokasi sirkuit dengan aneka kegiatan olahraga. Tetapi banyak warga malah tidak mengetahui fungsinya sebagai sirkuit. Pengguna asal Desa Sumbertlaseh, Budiharto salah satunya.
“Saya tidak tahu kalau ini sirkuit balap, lagian tidak baca papan informasinya,” kata pemilik usaha sablon ini kepada Suarabanyuurip.com, Senin (20/01/2025) terkesan heran.

Terpisah, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bojonegoro, Andri Hirmawan mengaku, mengetahui adanya rencana pembangunan sirkuit di Bojonegoro. Bahkan pada awal rencana pembangunan sirkuit itu pihaknya sempat dilibatkan.
“Rencana awalnya, karena ada atlet balap Bojonegoro yang berprestasi, tapi kalau latihan selalu diluar kota. Lalu dibantu mantan Wakil Bupati untuk disampaikan ke Pak Pj (Pj Bupati Adriyanto,red.), lalu (setelah) ditanggapi oleh Pak Pj, kemudian ada rencana untuk membuat sirkuit itu,” ungkap Andri.
Dijelaskan, Pj Bupati Adriyanto lantas meneruskan rencana itu ke Dinpora Bojonegoro untuk ditindaklanjuti. Setelah itu IMI Bojonegoro diajak studi banding bersama dinpora ke sirkuit non permanen yang ada di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Tetapi pasca studi banding itu, IMI Bojonegoro tak lagi dilibatkan oleh Dinpora sampai pembangunan sirkuit itu selesai seperti sekarang. Kualitas sirkuit saat ini pun jauh dari apa yang ia lihat di Kanjuruhan Malang. Baik fasilitas dan kondisi aspalnya.
“Kami sempat melihat sirkuit yang ada di GOR Utama Bojonegoro itu, kondisinya jauh dari yang diharapkan, bahkan bisa membahayakan keselamatan,” ujar Andri.
Ia ungkapkan demikian, sebab saat ini mulai ada warga yang tahu kalau halaman GOR dijadikan sirkuit, kemudian melakukan kegiatan coba-coba ngetes motor. Yang mana disayangkan tidak ada perlengkapan keamanannya, seperti pembatas dari karung maupun ban di lintasan.
“Apalagi di tempat itu juga banyak warga yang olahraga, baik lari maupun jalan kaki,” tuturnya.
Tak hanya ihwal keamanan di lintasan, Andri pun memusatkan perhatiannya pada kualitas aspal sirkuit yang mulai rusak.
“Aspal mulai terkelupas, beberapa titik juga telah ditambal sulam oleh kontraktornya, krikil-krikil aspal yang terkelupas bisa berbahaya jika digunakan untuk manuver,” tandas Off Roader Bojonegoro ini.
Papan informasi menyebutkan, pembangunan sirkuit dikerjakan oleh CV Haidar Putra, dengan konsultan Pengawas CV Kurnia Karya Konsultan. Nomor kontraknya : 027/202.2PPK.DINPORA/IX/2024, mulai tanggal 12 September 2024 yang dikerjakan selama 100 hari kalender.
Tetapi, informasi yang termuat di Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkab Bojonegoro, ini menyatakan pembangunan sirkuit ini disebut tender batal.
Alasannya, karena diitemukan kesalahan dalam Dokumen Pemilihan tidak sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya dan aturan turunannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadinpora) Pemkab Bojonegoro Amir Syahid, tidak memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi perihal sirkuit di GOR Utama tersebut hingga berita ini ditayangkan.(fin)




