SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro – Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Polda Jatim, mengapresiasi positif program angkutan pelajar gratis yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur. Sebab program itu merupakan upaya yang dapat mengurangi risiko kecelakaan dan kemacetan.
Ungkapan apreasiasi tersebut disampaikan oleh Wakapolres Bojonegoro, Komisaris Polisi (Kompol) Yoyok Dwi Purnomo. Peluncuran program angkutan pelajar gratis 2025 dilakukan di halaman Pendapa Malawapati lingkup Pemkab Bojonegoro, Kamis (07/03/2025) kemarin.
Menurutnya, program itu sangat bermanfaat tidak hanya bagi pelajar dan orang tua, tetapi juga bagi keselamatan lalu lintas secara umum. Sebab dengan adanya angkutan pelajar gratis, angka kecelakaan di kalangan pelajar dapat ditekan.
Selain itu, program tersebut merupakan upaya yang dapat mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jam-jam sibuk sekolah, atau mengurangi kemacetan sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).
“Kami berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan serta keselamatan transportasi di Bojonegoro,” katanya dalam keterangan tertulis kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (07/03/2025).
Dalam berita sebelumnya, Wabup Nurul Azizah mengatakan, bahwa launching program angkutan pelajar gratis merupakan tindak lanjut dari program Presiden Prabowo Subianto. Sebab terdapat dalam Asta Cita di mana dalam meningkatkan SDM unggul perlu adanya suatu inovasi di dalam percepatan pendidikan bagi anak-anak.
Terkait hal itu, ada salah satu inovasi di Bojonegoro yang diwujudkan pada bulan Oktober-Desember tahun 2024. Ini berupa program Angkutan Pelajar Gratis. Saat itu biayanya menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jatim. Tetapi di tahun 2025 ini, telah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Besarannya senilai Rp7,4 miliar.
“Dengan adanya program ini dapat memberikan manfaat anak sekolah berangkat tepat waktu, mengindari kecelakaan, dan orang tua merasa tenang saat anak dalam perjalanan,” ujar Nurul Azizah.
Perempuan asli Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander itu menambahkan, program ini merupakan suatu upaya dalam menciptakan kondisi menuju Indonesia emas, maka program SDM unggul menjadi program prioritas.
“Selain itu, program ini bisa membuat disiplin dan efektivitas belajar, mengurangi kepadatan lalu lintas, serta mengurangi angka kecelakaan khususnya anak usia pelajar,” tambahnya.(fin)



