Fenomena Air Menyembur dari Bawah Pohon Klampis di Bojonegoro, Warga Cium Bau Gas

Air menyembur
GEMPAR : Sambil menutup hidung warga saat menyaksikan langsung dari dekat fenomena air menyembur dari bawah pohon klampis. Tampak gelembung air diduga bercampur gas muncul di sekitar pohon.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Fenomena alam air menyembur dari bawah pohon klampis terjadi di Desa Sumberwangi, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menggemparkan warga setempat. Semburan air tersebut diduga bercampur gas karena sejumlah warga yang melihat dari dekat mencium bau yang menyerupai gas.

Fenomena alam yang tak biasa ini sontak menggegerkan warga setempat. Lantaran, air bercampur gas yang membentuk gelembung itu tiba-tiba muncul dari bawah pohon usai diguyur hujan.

Dalam sebuah video yang beredar luas, tampak sejumlah warga berkerumun di sekitar lokasi untuk menyaksikan langsung fenomena tersebut. Terlihat sumber air menyembur keluar dari tanah dan membentuk kubangan di sekitar pohon klampis.

“Ini fenomena alam, lur. Banyu (air) keluar sendiri dari tanah. Dulu cuma bintik-bintik, sekarang gruwal-gruwal (menyembur deras),” ujar perekam video dalam bahasa Jawa.

Namun, semburan air hanya muncul di area tepat di bawah pohon klampis. Air yang keluar tampak keruh berwarna kecoklatan bersamaan dengan gelembung air. Menurut warga, saat ini mulai mencium aroma seperti gas, meski tidak terlalu menyengat.

Baca Juga :   Sumur Keluarkan Gas, DLH Bojonegoro: Air Sumur Bau Belerang

Pemilik lahan, Sulasih mengungkapkan, kejadian ini sebenarnya bukan hal baru. Menurutnya, air bercampur gas itu sudah muncul sejak sekitar tiga tahun lalu, namun ia menganggapnya sebagai hal biasa, sehingga ia menghiraukannya.

“Itu yang keluar bukan hanya air, mas, sepertinya ada gas juga. Sudah sekira tiga tahun, tapi ya dibiarkan saja,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (19/3/2025).

Dia mengungkapkan, dulu bukan semburan seperti saat ini, tapi berupa rembesan kecil. Dengan adanya fenomena ini ia berharap ada pihak berwenang yang dapat melakukan pemeriksaan guna memberikan pemahaman kepada warga mengenai kejadian tersebut.

“Kemarin Pemerintah Desa bersama Polisi datang melihat, harapannya ada yang mengecek ini bahaya atau tidak, apakah ada kandungan gas alamnya atau bagaimana, supaya kami yang awam ini bisa lebih paham,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Luluk Alifah saat dikonfirmasi Suarabanyuurip.com melalui pesan WhatsApp perihal fenomena semburan air tersebut hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.(jk)

Pos terkait