SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Suasana duka masih menyelimuti rumah Eny Soedarwati, di Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (21/3/2025). Anggota DPRD Bojonegoro dari PKB itu meninggal dunia akibat kecelakaan di Makkah saat akan menjalankan ibadah umrah.
Sejumlah karangan bunga ucapan duka cita berjajar rapai di depan pagar dan halaman rumah. Pelayat dari berbagai kalangan terus berdatangan untuk mengucapkan belasungkawa.
Kabar meninggalnya Eny Sudarwati akibat bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan saat perjalanan umrah Kamis (21/3/2025) siang, waktu Arab Saudi, membuat keluarga dan sahabat dekatnya kaget.
Eny Sudarwati selama ini dikenal adil dan merakyat. Almarhumah merupakan sosok yang peduli. Semasa hidupnya, dekat dengan ulama, Kyai dan masyarakat.
“Beliau itu orangnya adil dan merakyat. Tidak membeda-bedakan siapapun,” kenang M Yasin, kerabat dekat Eny Sudarwati.
Kabar kecelakaan yang menimpa rombongan umrah Eny Sudarwati membuat keluarga terhenyak. Satu bus yang terbakar membawa sekitar 20 penumpang. Yakni enam penumpang meninggal dunia, dua diantaranya adalah warga asal Bojonegoro. Eny Soedarwati, anggota DPRD Bojonegoro Fraksi PKB dan Dr. Dian Novita Wakil Direktur Rumah Sakit Islam Muhammadiyah (RSIM) Sumberrejo.
“Untuk pemakaman Mbak Eny masih belum pasti karena masih simpang siur dan tergantung kesepakatan keluarga. Namun kemungkinan besar akan dimakamkan di Tanah Suci,” lanjut Yasin.

Dia menceritakan, sebelum berangkat umrah, Eny menggelar syukuran makan bersama teman-teman dekat, dan meminta doa restu agar diberi keselamatan dalam menjalankan ibadah umrah. Eny berangkat dari Indonesia pada hari Minggu (16/3/2025) kemarin, dan pada hari ini mendapat kabar duka dari Mbak Eny.
Eny dan rombongan umrah dijadwalkan kembali ke tanah air usai lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah mendatang. Sebab kemarin sudah mengambil cuti untuk perjalanan umrah selama 17 hari.
“Mendengar berita duka meninggalnya Mbak Eny, antara percaya dan tidak percaya. Namun takdir Allah seperti itu, mau bagaimana lagi,” ungkap Yasin, Jumat (21/3/2025).
Keluarga berkeyakinan Eny meninggal dunia dalam keadaan khusnul khatimah. Apalagi meninggal di hari Jumat, di dalam hadis Rasulullah akan dihindarkan dari api neraka.
“Kepergian Mbak Eny membuat keluarga sangat kehilangan. Beliau merupakan sosok yang baik. Beliau dekat dengan tokoh ulama, kiai dan masyarakat. Beliau tidak membeda-bedakan siapapun,” katanya.
Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi berpandangan Mbak Eny sosoknya bersemangat dan berdedikasi terhadap pekerjaan. Dia selalu datang ke kegiatan kantor paling awal, dan mengirim foto ke grup WhatsApp Komisi B dan mengajak teman-teman segera datang.
“Tidak hanya rapat dikantor, kami pernah ada agenda sidak lapangan ke galian tanah waktu itu hujan jadi kondisi tanahnya sangat berlumpur tetapi saya tidak mendengar beliau mengeluh,” kenangnya.
Sally menyampaikan Eny tidak pernah absen di kegiatan kantor sejak dilantik menjadi DPRD Bojonegoro.
“Seingat saya baru dua kali yang pertama sakit dan yang kedua adalah kemarin izin menunaikan ibadah umroh. Kebersamaan yang singkat dengan beliau di Komisi B, tapi beliau membawa semangat diantara kami,” jelasnya.(jk)





