SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Puncak arus mudik tahun 2025 di Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Jawa Timur diperkirakan bakal terjadi pada H-3 lebaran. Puncak mudik menyebabkan penumpang mengalami kenaikan 60 persen dari hari biasa.
Kepala Terminal Rajekwesi, Budi Sugiarto mengatakan, lonjakan penumpang sudah terjadi mulai hari ini. Sebab, biasanya masyarakat mudik sebelum hari cuti bersama.
“Saat ini penumpang sudah mengalami kenaikan, karena pemudik sudah mulai berdatangan semenjak 4 hari lalu. Puncaknya hari ini,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (27/3/2025).
Dia mengatakan, penumpang yang mudik ke Bojonegoro lebih banyak menggunakan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dari bus antar kota antar provinsi (AKAP). Karena rata-rata pemudik di Bojonegoro bekerja di Surabaya dan Jakarta.
“Tercatat berdasar data Rabu kemarin sebanyak 1.310 penumpang datang di Terminal Rajekwesi Bojonegoro menggunakan bus AKDP. Sementara yang menggunakan bus AKAP sebanyak 471 penumpang turun di terminal,” kata Budi sapaan akrabnya.
Jumlah penumpang di Terminal Rajekwesi Bojonegoro naik 40 persen hingga 60 persen dari hari biasanya. Penumpang di hari biasa hanya mencapai 200 orang per hari.
“Baik itu penumpang naik maupun turun di Terminal Rajekwesi,” jelasnya.
Dia menambahkan, arus mudik diperkirakan akan terjadi hingga H-1 lebaran 2025. Sehingga penumpang di Terminal Rajekwesi akan terus berdatangan.
“Kami sudah melakukan antisipasi terkait lonjakan penumpang mudik. Misalnya memperbaiki fasilitas yang ada di terminal,” pungkasnya.(jk)





