Petani Bojonegoro Mulai Semai Bibit Tembakau

Petani tembakau Bojonegoro.
ILUSTRASI : Petani di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saat beraktivitas mengeringkan tembakau.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Musim kemarau segera tiba, para petani di Bojonegoro, Jawa Timur mulai menanam bibit tembakau untuk disemai. Musim tanam tembakau, biasanya dilakukan di pertengahan Mei hingga Juni menunggu panen padi selesai.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, DKPP Bojonegoro, Imam Nurhamid mengatakan, sebagian kecamatan di wilayah Kabupaten Bojonegoro para petani mulai menyemai bibit tembakau untuk ditanam pada bulan depan.

“Tanam tembakau tidak bersamaan, karena sebagian kecamatan masih menunggu panen padi,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Senin (21/4/2025).

Dia menjelaskan, rata-rata petani tanam tembakau di bulan Juni usai panen padi. Namun untuk wilayah sawah tadah hujan, kemungkinan terlambat tanam tembakau karena kembali menanam padi.

“Bisa jadi tidak tanam tembakau, tapi tergantung petaninya juga. Apalagi harga tembakau sedang naik mulai duah tahun kemarin,” jelasnya.

Harga tembakau rajangan tahun 2024 kemarin terutama di Kecamatan Sugihwaras, Trucuk, dan Temayang harganya Rp32 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram, Imam mengungkapkan, harga yang cukup tinggi ini menarik petani untuk menanam tembakau.

“Sebab padah tahun lalu, dari target luasan tanam tembakau 12 ribu hektare, ternyata saat dilakukan pendataan menjadi 15 ribu hektare. Mengalami kenaikan,” kata dia.

Menurut Imam, tahun ini diperkirakan petani yang menanam tembakau bakal naik. Namun itu tergantung pendataan pada Agustus 2025 mendatang.

“Apakah jumlah luasan tanam tembakau naik atau turun. Semoga saja naik, karena harga juga sangat tinggi,” tambahnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait