Luas Panen Tembakau Bojonegoro 2025 Capai 12.041 Ha

Sudarto petani tembakau.
Sudarto sedang merawat tanaman tembakaunya yang mulai tumbuh di lahan pertanian turut Dusun Kebonturi, Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Luas areal panen tembakau di Bojonegoro, Jawa Timur pada musim tanam 2025 mencapai 12.041 hektare. Luas panen tersebut belum setara dari realisasi tanam 14.164 hektare, karena terdampak cuaca kemarau basah.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) Ahli Muda Subkor Tanaman Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Bambang Wahyudi mengatakan, panen raya tembakau sudah selesai sejak Oktober kemarin. Tercatat 14.164 hektare tembakau ditanam di wilayah Bojonegoro.

“Namun luasan tanam tembakau itu belum mencapai target 15.958 hektare, karena faktor kemarau basah. Banyak tembakau milik petani mati karena kerap diguyur hujan,” kata Bambang, Senin (24/11/2025).

Selain itu, para petani enggan tanam ulang benih tembakau karena sudah kehabisan modal, dan takut gagal panen. Bambang sapaan akrabnya mengungkapkan, banyak petani yang tanam ulang hingga tujuh kali, sebagian juga tak menanam tembakau kembali.

“Itu yang menyebabkan luas panen tembakau hanya 12.041 hektare, tak sesuai realisasi tanam,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com.

Baca Juga :   Wakil Menteri ESDM Dorong UMKM Bojonegoro Naik Kelas, Ini yang Perlu Disiapkan

Bambang mengungkapkan, harga tembakau hasil panen kemarin mencapai Rp 55 ribu per kilogram (kg) untuk rajangan kering, sedangkan terendah Rp 23 ribu per kg. Sementara tembakau daun basah terendah Rp 1.500 hingga Rp 3.500 ribu per kg.

“Kami memberikan bantuan benih tembakau gratis untuk membantu kelompok tani tembakau,” jelasnya.

Salah satu petani tembakau asal Desa Glagahan, Kecamatan Sumberrejo, Andri Purwanto mengatakan, sudah panen tembakau pada Oktober kemarin. Harganya turun tak seperti tahun lalu, karena kerap diguyur hujan.

“Ada sebagian yang mati, tapi saya sulam agar hasil panen banyak. Harapannya kedepan tidak ada fenomena kemarau basah, sehingga panen dan harga tembakau bisa bagus,” terangnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait