SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Koperasi Produsen Agribisnis (KPA) “Makmur Sejahtera Bersama” binaan operator ladang minyak dan gas bumi (migas) Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mampu menyerap gabah hingga 70 ton saat panen raya pertama 2025.
KPA yang belokasi di Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur ini membeli gabah sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500,00 per Kilogram (Kg). Meski begitu, jumlah serapan gabah dinilai lebih sedikit dibandingkan serapan musim panen pertama di tahun sebelumnya.
Pengurus KPA Makmur Sejahtera Bersama, Sunjani mengatakan, serapan gabah yang sedikit ini disebabkan beberapa beralasan. Pertama saat panen raya masih dalam musim penghujan. Selain itu, juga mendekati Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.
“Posisi panen saat musim penghujan, jadi agak lama pakai jemuran manual. Sementara mesin pengering hanya ada satu dengan kapasitas 6 ton,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Senin (28/4/2025).
Sementara pada panen raya padi tahun lalu, KPA yang berdiri sejak 2016 itu berhasil menyerap gabah dari petani sebanyak lebih kurang 130 ton.
“Harga kami sesuai HPP, sebesar Rp6.500 per Kg Tetapi untuk anggota setor ke gudang Rp6.700 per Kg,” ujarnya.

Menurut dia, petani saat ini nasibnya lebih bagus. Sebab, harga gabah pada musim panen kali ini harganya lebih tinggi. Selain itu, Bulog juga turun langsung ke sawah untuk membeli gabah dari petani.
“Petani tahun ini nasibnya bagus, tidak diombang ambingkan harga dari tengkulak,” ungkapnya.
Untuk diketahui, KPA Makmur Sejahtera Bersama, berdiri dengan tujuan bersama untuk kesejahteraan anggota yang bergerak di bidang agribisnis. KPA Makmur Sejahtera Bersama bekerja di sektor pertanian dari hulu hingga hilir, sehingga berdampak secara ekonomi besar bagi petani.
Itu juga yang melatarbelakangi pendirian KPA Makmur Sejahtera Bersama. Banyaknya keluhan petani sekitar saat panen yang merasa rugi akibat harga gabah justru anjlok. Kemudian para petani dari 12 desa se Kecamatan Gayam dan dari 2 desa di Kecamatan Kalitidu bergabung menjadi anggota.
Selain melakukan penyerapan gabah, KPA Makmur Sejahtera Bersama juga memproduksi beras sendiri jenis mentik wangi. Beras yang diproduksi itu bahkan harus diuji laboratorium untuk memenuhi standarisasi.
Produk beras besutan KPA ini memiliki aroma wangi yang pulen, mempunyai nilai gizi yang tinggi dan sangat baik untuk kesehatan. Hasil produksi beras yang diberi label Patembayan Dewi Sri itu kini juga sebagai pemasok katering bagi pekerja di EMCL.
Public and Government Affair (PGA) EMCL, Toya Mustika mengatakan, saat ini KPA Makmur Sejahtera Bersama yang merupakan kelompok binaan sebagai bentuk kontribusi pengembangan ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasi itu sudah mulai mandiri.
“Hasil produksi beras dari KPA Makmur Sejahtera Bersama itu sekarang menjadi pemasok katering bagi para pekerja di EMCL,” tandas Toya Mustika.(fin)





