SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Guna kepentingan mendidik generasi alfa, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar Parenting Akbar, di gedung olahraga (GOR) setempat, Sabtu (17/5/2025).
Hadir dalam agenda ini, Camat Gayam, Palupi Ratih Dewanti, Ketua TP PKK Kecamatan Gayam, Septiani Dyah Susanti, Kepala Desa (Kades) Gayam, Winto, dan Ketua TP PKK Gayam, Maria Ulfa. Adapun tema yang dipilih yakni “Peran Orang Tua dalam Menerapkan Pola Asuh Efektif untuk Mendidik Generasi Alfa di Era Digital”.
Tak kurang dari 700 lebih peserta dari Pos PAUD, RA, dan TK se Desa Gayam ikut serta dalam kegiatan. Terdiri murid, wali murid, dan para guru. Selain itu, peserta yang bersekolah di luar Desa Gayam difasilitasi dengan mengisi link yang tersedia. Narasumber dari Blitar, Imam Mahmud diundang sebagai pemberi materi.

Ketua TP PKK Desa Gayam, Maria Ulfa mengatakan, acara ini terselenggaran berkat kerja sama antara pihaknya dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Gayam, Perpustakaan Desa (Perpusdes) dan para Guru PAUD Desa Gayam.
“Latar belakang acara ini karena keprihatinan saya melihat anak-anak Gen Z, apalagi Generasi Alfa ini terlalu suka Handphone (HP),” kata Maria Ulfa kepada Suarabanyuurip.com di sela-sela kegiatan.
Untuk itu, perempuan yang juga menjabat Kepala Sekolah Kelompok Bermain Citra Mandiri ini mengaku berinisiatif mengadakan penyuluhan kepada para orang tua mengenai pola asuh agar mampu meminimalisir ketergantungan anak-anak terhadap HP.
“Anak-anak bisa sampai seharian menggunakan HP, dan kalau HP-nya diminta, mereka malah menangis, maka kami undang pakar parenting untuk memberi wawasan kepada orang tua murid, sekaligus ajang sharing (saling berbagi),” ujar perempuan asli Surabaya ini.

Kades Gayam, dalam sambutannya menyambut baik terselenggaranya Parenting Akbar di GOR Gayam. Sebab bermanfaat dalam mendukung wawasan dan pola asuh orang tua. Terutama di era digital.
Oleh karena itu sasaran penyuluhan ini adalah orang tua mereka yang lahir antara tahun 2010 hingga 2024. Winto menjelaskan bahwa generasi ini dikenal sebagai “generasi digital”.
“Pesan saya, penjenengan (anda) semua bijak dalam mengasuh anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu narasumber, Imam Mahmud, memiliki riwayat sebagai dosen dan praktisi bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Sejak 2002 hingga sekarang ia berpengalaman sebagai praktisi, pengelola, dan akademikus bidang PAUD pada Konsorsium TAAT, dan dosen pada beberapa perguruan tinggi swasta dan dosen tamu di Jatim.
Imam Mahmud menyampaikan tentang cara mengasuh anak generasi Alfa. Sejak karakteristik hingga bagaimana memperlakukan mereka sesuai tataran usia. Kemudian perihal kendala dan tantangan yang ada dalam mendidik Generasi Alfa. Setelah pemberian materi, para peserta diminta mengisi sejumlah pertanyaan mengenai perkembangan anak.(fin)





