Menjaga Warisan, Menenun Perubahan: Peran Strategis DPC Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia Bojonegoro

Cantika Wahono
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Dr. Hj. Cantika Wahono foto bersama pengurus.(istimewa)

            Oleh: Dr. Hj. Cantika Wahono

Dalam pusaran arus globalisasi yang begitu deras, identitas budaya seringkali menjadi korban yang tak bersuara. Di tengah krisis nilai, Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia (KKI) hadir bukan sekadar sebagai gerakan fashion atau komunitas penggemar busana tradisional, melainkan sebagai gerakan kultural yang memanggil kembali ingatan kolektif bangsa tentang akar jati diri yang luhur.

Filosofi dasar pembentukan KKI tentu berakar pada keyakinan bahwa kain tradisional dan kebaya bukan sekadar busana, melainkan media ekspresi budaya yang kaya makna simbolik dan historis.

Kain dalam ragam tenun, batik, songket, ulos, dan lainnya adalah narasi yang ditulis dengan benang oleh tangan-tangan perempuan desa yang mewarisi teknik turun-temurun. Kebaya, di sisi lain, merupakan simbol keanggunan dan kebijaksanaan perempuan Nusantara yang berpijak pada nilai-nilai kesederhanaan, kerapian, dan keteguhan hati.

KKI ingin menghidupkan kembali kesadaran bahwa mengenakan kebaya bukan semata urusan estetika, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah, tradisi, dan perjuangan perempuan Indonesia dari masa ke masa. Komunitas ini menjadi ruang aman dan inklusif untuk berdiskusi, berbagi pengetahuan, dan menampilkan karya-karya busana berbasis kearifan lokal kepada publik yang lebih luas.

Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia mengenang Raden Ajeng Kartini bukan hanya sebagai pahlawan emansipasi perempuan, tetapi juga sebagai simbol kecerdasan, keanggunan, dan peradaban. Dalam semangat itulah, DPC Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia (KKI) Bojonegoro merancang sebuah acara yang unik namun sarat makna: Diklat Table Manner dalam balutan kain dan kebaya.

Acara diselenggarakan hari Sabtu, 26 April 2025, bertempat di Hotel Eastern Bojonegoro, mulai jam 9 pagi. Alhamdulillah saya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berkesempatan membuka langsung acara tersebut.

Acara di hadiri oleh Ketua DPC KKI Bojonegoro, Dr. Tri Astuti Handayani, SH, MM, M.Hum, dan tokoh-tokoh perempuan Bojonegoro yang inspiratif seperti General Manager Gofun Bojonegoro Ibu Wiwik Sri Wilujeng, SE, Ketua Panitia Ibu Kartika Dewi, Ketua STIEKIA Bojonegoro ibu Nurul Mazidah, SE, MSA, serta diikuti oleh sekitar 100 peserta perempuan hebat dari berbagai latar belakang.

Baca Juga :   DBH Migas Triwulan Ketiga Belum Cair, DPRD : Tak Jadi Masalah APBD Bojonegoro Cukup

Peran Strategis KKI dalam Konteks Kebangsaan

KKI memegang peran strategis dalam tiga lapisan utama: budaya, ekonomi, dan sosial. Di ranah budaya, komunitas ini menjadi garda terdepan pelestarian warisan busana tradisional yang rawan tergerus modernisasi tanpa akar.

Di sektor ekonomi, KKI mendukung pemberdayaan UMKM, perajin, dan desainer lokal yang menjadi bagian dari rantai nilai produksi kain dan kebaya. Secara sosial, KKI membangun ruang pemberdayaan perempuan, baik sebagai pelaku usaha maupun penggerak budaya yang aktif menyuarakan nilai-nilai kebhinekaan dan keindonesiaan.

Melalui peragaan busana, kelas edukasi, pameran, hingga diplomasi budaya ke luar negeri, KKI telah menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan. Di dalam dan luar negeri, keberadaan komunitas ini menumbuhkan rasa bangga sekaligus kesadaran bahwa tradisi tak boleh mati ia harus berevolusi, namun tetap berakar.

Perpaduan Nilai Budaya dan Modernitas

Sekilas, table manner mungkin terdengar seperti pelatihan gaya hidup ala Barat. Namun di tangan DPC KKI Bojonegoro, kegiatan ini berubah menjadi ajang pendidikan budaya dan karakter. Tujuannya bukan sekadar mengajarkan etiket makan formal, tetapi menanamkan nilai-nilai Kartini dalam konteks kekinian: sopan santun, kepercayaan diri, keberanian tampil, dan penghormatan terhadap budaya.

Dengan mengenakan kain tradisional dan kebaya, para peserta diajak untuk menyadari bahwa menjadi perempuan Indonesia sejati, bukan berarti harus meninggalkan akar budayanya untuk tampil modern. Justru sebaliknya, melalui kebaya dan kain, perempuan dapat meneguhkan jati dirinya dalam situasi formal sekalipun bahkan di meja makan yang kaku dan penuh aturan.

Baca Juga :   Ini Nama-nama Lulusan Terbaik Fakultas Saintek Unigoro

Kegiatan ini menjadi cerminan filosofi KKI itu sendiri: mengangkat nilai-nilai luhur budaya Indonesia ke dalam ruang modern. Dalam kebaya, perempuan belajar tentang disiplin, keanggunan, dan kesederhanaan.

Dalam kain, ada cerita tentang kerja keras, kreativitas, dan keberagaman etnis. Sementara melalui pelatihan table manner, DPC KKI Bojonegoro mendorong perempuan untuk siap tampil di ruang publik dengan etiket yang baik, komunikasi yang percaya diri, dan sikap yang berbudaya.

Table manner juga menjadi metafora tentang bagaimana kita “menyajikan diri” di hadapan dunia: penuh kesadaran, tahu tata letak nilai, dan tidak sembarangan mengonsumsi atau menyajikan “hidangan kehidupan.” Kartini mengajarkan perempuan untuk berpikir bebas dan berani tampil, dan DPC KKI Bojonegoro menerjemahkannya ke dalam tindakan nyata di zaman ini.

Membentuk Generasi Berbudaya

Lebih dari sekadar acara sosial, kegiatan Diklat Table Manner ini juga menjadi bagian dari strategi adaptif DPC KKI Bojonegoro dalam melestarikan budaya dengan pendekatan yang inklusif dan menyenangkan.

Dengan menggandeng generasi muda, profesional, dan publik urban, DPC KKI Bojonegoro membuktikan bahwa kain dan kebaya tidak hanya milik masa lalu melainkan bagian dari masa depan yang sedang dibentuk hari ini.

Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus didukung dan diperluas. Sebab di setiap benang kain yang kita pakai, ada harapan agar bangsa ini tetap memiliki akar. Di setiap kebaya yang kita kenakan, ada semangat Kartini yang terus hidup. Dan di setiap sendok garpu yang kita angkat dengan anggun, ada pesan bahwa perempuan Indonesia siap duduk sejajar di meja mana pun dengan cara yang berbudaya.

Penulis adalah Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro. 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait