PKK Kabupaten Bojonegoro : Pilar Pemberdayaan Keluarga di Era Transformasi Sosial

TP PKK Bojonegoro.
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Dr. Hj. Cantika Wahono foto bersama pengurus.

Oleh: Dr. Hj. Cantika Wahono

Setelah saya, Cantika Wahono dilantik sebagai Ketua TP PKK dan Ketua Pembina Posyandu Kabupaten/Kota se-Jatim, pada Minggu tanggal 2 Maret 2025, di Gedung Negara Grahadi Surabaya oleh Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Ibu Arumi Bachsin Emil Dardak. Pagi tadi, Kamis tanggal 24 April 2025 dilaksanakan Pengukuhan Ketua TP PKK dan sekaligus Pelantikan Pengurus TP PKK Kabupaten Bojonegoro Masa Bakti Tahun 2025-2030. Saya beserta 29 orang Pengurus TP PKK Kabupaten Bojonegoro dikukuhkan dan dilantik oleh Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono di Ruang Pertemuan Angling Dharma Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Pelantikan Pengurus TP PKK Kabupaten Bojonegoro bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran PKK sebagai motor penggerak pembangunan berbasis keluarga. Di tengah arus perubahan sosial yang begitu cepat, keluarga tetap menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan beradab. Tim Penggerak PKK hadir sebagai garda terdepan dalam upaya memperkuat institusi keluarga melalui berbagai program strategis yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Sebagai organisasi yang berlandaskan semangat gotong royong dan pemberdayaan, PKK Kabupaten Bojonegoro telah menunjukkan konsistensi dalam mengimplementasikan 10 Program Pokok PKK, mulai dari pembinaan karakter, penguatan ekonomi keluarga, hingga kesehatan dan ketahanan pangan. Keempat Pokja (Kelompok Kerja) yang menjadi tulang punggung gerakan ini, memainkan peran penting dalam menjawab berbagai tantangan zaman, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

Melalui Pokja I, Pembinaan Karakter Keluarga yang fokus pada Penguatan nilai moral, keagamaan, budaya, dan sosial dalam keluarga, PKK mendorong pembentukan karakter keluarga dengan kegiatan contohnya Pelatihan Parenting dan Etika Keluarga; Penyuluhan Bahaya Pernikahan Dini dan Napza; Majelis Taklim Keluarga; Gerakan Keluarga Cinta Pancasila dan Anti Hoaks – Sosialisasi nilai-nilai kebangsaan dan literasi digital, dan lainnya.

Pokja II, Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga yang fokus pada Pemberdayaan ekonomi rumah tangga dan pendidikan nonformal, PKK memfasilitasi peningkatan keterampilan dan ekonomi keluarga melalui misalnya pelatihan, bazar UMKM, koperasi wanita guna peningkatan akses modal dan pelatihan manajemen keuangan keluarga, dan lainnya.

Baca Juga :   Lampaui Ekspektasi, Angkat Besi Bojonegoro Raih 7 Medali Emas di Porprov Jatim

Pokja III, Penguatan Ketahanan Pangan yang fokus pada pemanfaatan lahan pekarangan dan konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Program kerja dapat melalui Gerakan halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman guna Mendorong pemanfaatan lahan rumah untuk tanaman pangan dan obat, Pelatihan Urban Farming & Aquaponik – Khususnya di daerah perkotaan atau lahan sempit, Lomba Kebun Gizi untuk mendorong inovasi pemanfaatan pekarangan, Demo Masak Pangan Lokal Sehat dan Murah untuk Mendorong konsumsi pangan lokal, dan lainnya.

Sementara itu, Pokja IV Kesehatan Keluarga dan Lingkungan, yang fokus pada Kesehatan ibu dan anak, sanitasi, serta pelestarian lingkungan, PKK dapat melaksanakan program kerja Posyandu Remaja dan Lansia – Penguatan layanan kesehatan lintas usia, Penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) – Terutama di sekolah dan komunitas RT, Bank Sampah dan Daur Ulang Kreatif – Edukasi dan praktik pengelolaan sampah rumah tangga, Gotong Royong Bersih Lingkungan – Aksi bersih sungai, selokan, dan pekarangan, dan Program Kerja lainnya yang inovatif.

Menjawab Tantangan Sosial dengan Program Inklusif

Sebagai organisasi yang berakar kuat di masyarakat, PKK memiliki peran strategis dalam; 1) Penguatan Ketahanan Keluarga, melalui program-program seperti penghayatan dan pengamalan Pancasila, PKK menanamkan nilai-nilai moral dan etika dalam keluarga; 2) Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi, melalui Program pengembangan kehidupan berkoperasi dan keterampilan memberikan peluang bagi keluarga untuk meningkatkan pendapatan; 3) Peningkatan Kualitas Hidup, melalui program kesehatan, pendidikan dan perencanaan sehat, PKK berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Di era transformasi sosial, masyarakat menghadapi tantangan seperti disrupsi digital, urbanisasi, serta ketimpangan informasi dan ekonomi. Dalam konteks ini, PKK Kabupaten Bojonegoro hadir bukan hanya sebagai pelaksana program pemerintah, tetapi sebagai agen perubahan yang menyasar lapisan paling dasar dalam masyarakat, yaitu keluarga.

Tantangan dalam Implementasi Program Pokok PKK, dapat berupa; 1) Perubahan Sosial dan Teknologi: Urbanisasi dan perkembangan teknologi mengubah pola hidup masyarakat, sehingga PKK perlu menyesuaikan pendekatan dalam menyampaikan program-programnya; 2) Keterbatasan Sumber Daya : Baik dari segi finansial maupun sumber daya manusia. Keterbatasan ini dapat menghambat pelaksanaan program secara optimal; 3) Koordinasi Antar Lembaga: Sinergi antara PKK dengan instansi pemerintah dan organisasi lain seringkali belum maksimal, yang dapat mengurangi efektivitas program.

Baca Juga :   Indonesia-Finlandia Dorong Inovasi Energi Bersih Menuju Net Zero Emission

Strategi Adaptif di Era Digital

Sebagai upaya Penguatan Peran PKK untuk mengatasi tantangan tersebut, beberapa strategi dapat diterapkan: 1) Digitalisasi Program: Menggunakan teknologi informasi untuk menyebarkan informasi dan edukasi kepada masyarakat secara lebih luas dan efisien; 2) Penguatan Kapasitas Kader: Melalui pelatihan dan pendampingan, meningkatkan kemampuan kader PKK dalam melaksanakan program-programnya; 3) Kemitraan Strategis: Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan organisasi masyarakat, untuk mendukung pelaksanaan program; 4) Monitoring dan Evaluasi: Melakukan evaluasi berkala terhadap program-program yang dijalankan untuk memastikan efektivitas dan efisiensi pelaksanaannya.

Untuk memastikan keberhasilan program, PKK Kabupaten Bojonegoro harus terus berinovasi. Pemanfaatan teknologi digital menjadi keniscayaan – baik untuk edukasi masyarakat melalui media sosial, pelaporan kegiatan berbasis aplikasi, maupun koordinasi antar-kader secara virtual. Peningkatan kapasitas kader PKK juga menjadi fokus utama. Pelatihan kepemimpinan, komunikasi, serta pengelolaan program menjadi investasi penting agar kader tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga inovator di tengah masyarakat.

Harapan ke Depan

Pelantikan 29 pengurus baru Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro pagi tadi, yang berlangsung khidmat dan lancar, merupakan momentum emas untuk memperkuat komitmen bersama membangun keluarga yang berdaya, sehat dan mandiri. Dengan sinergi antara Pemerintah Daerah, Kader PKK dan masyarakat, saya percaya bahwa Bojonegoro akan menjadi contoh nyata bagaimana kekuatan keluarga dapat menjadi motor penggerak kemajuan daerah.

Dengan semangat baru dan strategi yang adaptif, saya yakin PKK Kabupaten Bojonegoro dapat terus menjadi pilar utama dalam pemberdayaan keluarga dan pembangunan masyarakat. Pelantikan pengurus baru harus dijadikan dorongan untuk merevitalisasi peran PKK dalam menghadapi tantangan zaman dan mewujudkan keluarga yang sejahtera dan mandiri, menuju Bojonegoro yang bahagia, makmur dan membanggakan. Hidup Jaya PKK.

Penulis adalah Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait