Perahu Kuno di Desa Ring 1 Migas Blok Cepu Berhasil Gaet Turis Asing

Prahu kuno di Ngraho.
Camat Gayam Palupi Hadi Ratih Dewanti berfoto bersama para wisatawan asing di situs perahu besi kuno, Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Situs perahu besi kuno di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berhasil memikat hati turis atau wisatawan asing. Perahu besi fenomenal di desa ring satu pengeboran minyak dan gas bumi (migas) Banyu Urip, Blok Cepu, dikunjungi oleh sejumlah turis dari beberapa negara baru-baru ini.

Camat Gayam, Palupi Hadi Ratih Dewanti bahkan mengetahui secara langsung para pelancong dari luar negeri itu dan mengaku sempat berbincang dengan beberapa diantara mereka. Para turis disebutnya berasal dari Spanyol, Korea, dan Jepang.

“Iya, kami abadikan kunjungan wisatawan asing ke perahu besi kuno dalam bentuk video dan dibagikan melalui akun Instagram Kecamatan Gayam,” kata Palupi Hadi Ratih Dewanti kepada Suarabanyuurip.com, Senin (11/8/2025).

Dijelaskan, bahwa ia saat itu ikut menyambut para wisatawan dengan mengalungkan kain batik khas Bojonegoro. Teriring harapan untuk memperkenalkan adanya akronim “Percaya”, kependekan dari Pelestarian Cagar Budaya Perahu Besi Kuno di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam.

“Semoga dengan adanya kunjungan wisatawan asing pada situs atau cagar budaya perahu besi kuno akan berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri sehingga meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga Kecamatan Gayam khususnya Desa Ngraho,” ucapnya.

Baca Juga :   Latber SH Terate di Lapangan Ngantru Dipadati Peserta, Jadi Lautan Manusia
Camat Gayam dan turis asal Spanyol, Rodrigo Parencko.
Camat Gayam Palupi dan turis asal Spanyol, Rodrigo Parencko di situs perahu kuno Desa Ngraho, Kecamatan Gayam.(arifin jauhari)

Dalam rekaman video, Palupi, begitu ia karib disapa menunjukkan interaksinya dengan salah satu turis asal Spanyol. Turis itu memperkenalkan diri bernama Rodrigo Parencko, dan menyatakan kekagumannya terhadap situs tersebut.

Rodrigo, dalam pernyataannya Berbahasa Inggris mengaku sangat bahagia mempunyai pengalaman menyaksikan keindahan situs yang melukiskan tempat sangat bersejarah. Yakni mengandung deskripsi masa lampau bagaimana orang-orang pada periode itu sudah memiliki teknologi pembuatan perahu.

It’s very interesting and it’s the first time I see something like this (Ini sangat menarik dan ini pertama kalinya saya menyaksikan sesuatu seperti ini, red.),” ungkap Rodrigo dalam dokumen video dimiliki Palupi.

Terpisah, penemu perahu besi kuno, Towo Rahadi menuturkan, benda bersejarah itu ia temukan pada tahun 2013. Perahu berukuran 22 x 4 meter itu ditemukan di area Bengawan Solo. Setelah berhasil diangkat, perahu besi ini ditempatkan di makam Eyang Suto Projo.

Baca Juga :   Jaga Pasokan Jangka Panjang, PGN Gandeng KKKS Hulu Gas Bumi

“Sampai hari ini tahun pembuatan perahu ini belum diketemukan, yang jelas saat itu belum ada las, bahkan perbandingan besinya pun belum ada, namun kandungan campuran besinya ada lebih dari sepuluh bisa dideteksi, termasuk emas, batu bintang dan sebagainya, bisa dikatakan besi ini benda pusaka,” tutur Towo Rahadi.

Sesepuh Desa Ngraho ini berharap, situs ini menjadi jujugan sebagai tempat wisata religi bersejarah. Ke depan, seyogyanya bisa ditingkatkan ke arah pengembangan kawasan sekitar situs. Sehingga berpengaruh pada sosial kemasyarakatan.

“Mudah-mudahan ini bisa masuk sebagai cagar budaya Provinsi Jawa Timur,” tegasnya.(fin)

 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait