Sambut Pabrik Bioetanol-Metanol Bojonegoro, HIPMI: Generasi Muda Harus Diberi Keterampilan

GPF JTB
Lapangan Gas Processing Fasility Jambaran-Tiung Biru di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kebupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bojonegoro, Jawa Timur menyambut baik investasi pabrik bioetanol-metanol yang bakal dibangun di Bojonegoro tersebut. Namun masyarakat Bojonegoro harus disiapkan terlebih dahulu agar bisa bekerja sesuai ketrampilan yang dibutuhkan.

Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Bojonegoro, Muhammad Sholikhuddin Zuhdi mengatakan, HIPMI mendukung investasi untuk pembangunan pabrik bioetanol-metanol di Bojonegoro. Sebab investasi tersebut bisa membuka lapangan kerja baru.

“Kabupaten Bojonegoro harus mempersiapkan sumber daya manusia terampil siap kerja dengan pelatihan skill maupun administratif terutama generasi muda,” katanya, Rabu (28/5/2025).

Keterampilan sangat penting karena di industri rata-rata yang dibutuhkan adalah teknisi maupun administratif. Sehingga, pelatihan keterampilan seperti las/welder, scafolder, kelistrikan, dan komputerisasi sangat dibutuhkan.

“Ini bisa dilakukan Balai Latihan Kerja (BLK), maupun lembaga pelatihan kerja. Sehingga lowongan pekerjaan tidak hanya ditentukan oleh ijazah, tapi juga skill atau keterampilan,” ujarnya.

Sholikhuddin menjelaskan, bekal ketrampilan tersebut disiapkan untuk mengurangi angka pengangguran di Bojonegoro. Sehingga saat pabrik bioetanol-metanol sudah dibangun di Bojonegoro masyarakat bisa diserap sesuai keahliannya.

Baca Juga :   BLH Targetkan Ruang Terbuka Hijau

Kepala Seksi Penempatan Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disperinaker Bojonegoro, Ida Agustin mengatakan, Gen Z termasuk usia produktif karena baru lulus dari SMA, namun generasi muda tersebut juga banyak yang tidak bekerja.

“Mereka (Gen Z) lahir pada tahun 1997-2012 atau berusia 12-27 tahun pada tahun 2024 masih banyak belum mendapat kerja,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (8/1/2025).

Dia mengatakan, secara komulatif angka pengangguran di Bojonegoro sebanyak 34.785 penganggur. Jika dirinci dalam jenjang pendidikan, Gen Z atau lulusan SMA penyumbang terbanyak jumlah pencari kerja atau penganggur.

Rinciannya, lulusan sekolah dasar (SD) 1.584 penganggur, sekolah menengah pertama (SMP) 5.973 penganggur, sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 21.044 penganggur, D-1 sejumlah 1.297 penganggur, D-2 sebanyak 1.286 penganggur, D-3 sebanyak 1.757 penganggur, S-1/S-2 sebanyak 1.844 penganggur.

“Untuk jumlah lulusan SMP-SMA sudah termasuk dari MTs, SMK,dan MA,” ujarnya.

Sebagai informasi, pabrik bioetanol-metanol di Kabupaten Bojonegoro akan membutuhkan gas dari lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem.

Pos terkait