Suarabanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Lembaga Survei The Republic merilis tingkat kepuasan publik terhadap 100 hari kerja para kepala daerah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Bojonegoro. Hasilnya, kepuasan publik atas kinerja Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Setyo Wahono dan Nurul Azizah mencapai 78 persen.
Hasil survei yang diperoleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah tersebut cukup tinggi, karena kepala daerah di kabupaten penghasil migas ini baru pertama kali terpilih.
Peneliti The Republic Institute, M. Izzuddin Makruf melakukan pengambilan data pada 15 sampai dengan 22 Mei 2025. Metode yang digunakan berupa wawancara tatap muka kepada 2.200 responden menggunakan kuesioner oleh surveyor yang terlatih.
Teknik Pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling secara proporsional pembagian sampel sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru. Sedangan Margin of Error (MoE) sebesar 2,01 persen.
Data BPS terbaru mencatat populasi Bojonegoro sebanyak 1.360.000. Dari sampel yang telah disurvei, menunjukkan kepuasan publik Bojonegoro atas kinerja 100 hari Bupati Setyo Wahono dan Nurul Azizah tercapai 78 persen.
Persentase itu menempatkan pasangan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah berada di posisi ke delapan atau 10 besar dari 38 kabupaten/kota se Jawa Timur. Tetapi untuk kategori, yakni pada bidang pembangunan sumber daya manusia atau SDM, Bupati Wahono dan Wabup Nurul berada di posisi ke lima se Jawa Timur.
Secara berurutan, untuk kepuasan publik kategori bidang pembangunan SDM pada 100 hari masa pemerintahan, The Republic Institute memperlihatkan bahwa Walikota Kediri, Vinanda Prameswari, menempati posisi pertama dengan tingkat kepuasan publik sebesar 81,7 persen.
“Capaian ini mencerminkan keberhasilan strategi pemerintah Kota Kediri dalam mengembangkan kualitas SDM melalui pendidikan, pelatihan kerja, serta program kesehatan masyarakat,” kata Dr. M. Izzuddin Makruf dalam siaran pers dikutip Suarabanyuurip.com, Kamis (29/5/2025).

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menempati posisi kedua dengan tingkat
kepuasan 80,9 persen, menunjukkan upaya nyata dalam peningkatan kualitas tenaga kerja dan akses pendidikan di wilayah pedesaan.
Di posisi ketiga terdapat Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, dengan 78,7 persen, yang walaupun berada di kota besar dengan infrastruktur relatif lebih
baik, namun tantangan besar seperti kepadatan penduduk dan ketimpangan sosial tetap menjadi pekerjaan rumah dalam pengembangan SDM.
Kota Madiun menempati posisi
keempat dengan 78,6 persen, memperlihatkan adanya konsistensi dalam peningkatan kualitas layanan publik dan pendidikan.
Sedangkan Bupati Bojonegoro, yang pada versi gambar sebelumnya berada di posisi kedua, kini berada di posisi kelima dengan 77,5 persen, kemungkinan menunjukkan dinamika persepsi publik atau metode sampling yang berbeda.
“Secara umum, capaian kepala daerah ini menandakan bahwa pembangunan SDM mulai menjadi fokus strategis daerah di Jawa Timur, yang akan sangat menentukan daya saing daerah dalam jangka panjang,” bebernya.
Namun demikian, lanjut dia, kesenjangan kecil antar tingkat kepuasan juga menunjukkan bahwa masih diperlukan inovasi kebijakan dan pemerataan program agar manfaat pembangunan SDM dapat dirasakan lebih merata.
“Survei kepuasan publik terhadap 100 hari kinerja pemerintah daerah merupakan tolok ukur awal dalam menilai kinerja pemerintah daerah,” ungkapnya.
Hal itu, terlepas dari baik dan buruknya kepuasan publik, komitmen pemerintah daerah terus diharapkan masyarakat untuk memberikan wujud konkrit pembangunan daerah.
“Survei kinerja 100 hari ini bukanlah final dari penilaian terhadap satu periode pemerintahan. Keberhasilan pemerintah daerah yang sesungguhnya adalah berjalannya pemerintahan dengan optimal dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.(fin)






