SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Survei kepuasan publik atas kinerja Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono bersama wakilnya Nurul Azizah, dalam masa 100 hari pemerintahannya mencapai tingkat memuaskan masyarakat dalam proporsi 78 persen.
Capaian yang tercatat oleh lembaga survei The Republic tersebut mendapat tanggapan positif dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bojonegoro. Mulai unsur dewan, Kapolres, Dandim 0813, dan Kejaksaan, serta ketua partai.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono sendiri menilai, kepuasan masyarakat Bojonegoro terhadap kinerja 100 hari yang ia jalankan tak lepas dari dukungan dan keterlibatan semua pihak. Baik di tingkat pemangku kepentingan, maupun masyarakat Bojonegoro umumnya.
“Ini kerja keras kita semua. Harus ditingkatkan menjadi lebih baik,” kata Setyo Wahono kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (29/5/2025).
“Ini starting point yang baik menurut saya, tapi tetap harus lebih baik lagi ke depan,” ujar Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Ahmad Supriyanto memberikan komentar atas kepuasan publik.

Politikus Muda Partai Golkar ini menilai, bupati dan wakil bupati harus lebih fokus lagi. Untuk mencapai target target yang telah ditetapkan dalam visi misinya.
Ini tersebab, Bojonegoro dia katakan punya resource cukup yang bisa digunakan sebagai instrumen utama dalam membangun Bojonegoro yang bahagia, makmur dan membanggakan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tinggi, networking yang luas yang dimiliki oleh bupati dan dukungan yang besar dari masyarakat.
“Tinggal mengelola dengan baik dan benar insyaallah apa yang dicita citakan oleh masyarakat Bojonegoro akan terwujud,” tegasnya.
Sementara, Kapolres Bojonegoro, AKBP Mario Prahatinto melihat hasil survei kepuasan publik dari sisi keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas. Ia mengatakan, hasil survei itu merupakan kesempatan yang baik bagi Polres Bojonegoro untuk meningkatkan kinerja dalam bidang kamtibmas dan penegakan hukum.
Sinergi antara pemerintah daerah dan Polri dalam menjaga keamanan serta mempromosikan kepatuhan terhadap hukum harus terus ditingkatkan demi menciptakan Kabupaten Bojonegoro yang lebih baik dan lebih aman bagi seluruh warganya.
“Sehingga iklim investasi yang aman di Bojonegoro meningkat, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan Masyarakat Bojonegoro,” ungkap AKBP Mario Prahatinto kepada Suarabanyuurip.com via gawai elektronik saat dihubungi secara terpisah.
“Kalau saya sangat puas dan bangga Mas Arifin, atas pencapaian 100 Hari kinerja Pak Bupati dan Ibu Wabup, dimana kebijakan beliau lebih berpihak pada masyarakat yang kurang mampu, berpihak pada peningkatan taraf hidup masyarakat,” sambung Komandan Kodim 0813, Letkol Czi Arif Rahman Hakim di tempat yang berbeda.

Dandim asli putra daerah penghasil minyak dan gas bumi (migas), sebutan lain Bojonegoro, ini mengambil salah satu contoh kebijakan pro rakyat, yakni program Gayatri, bantuan peternakan, perikanan serta modernisasi peralatan pertanian dengan drone.
“Dan kami yakin Pak Bupati Wahono beserta Ibu Wabup, dapat lebih mensejahterakan masyarakat Bojonegoro,” ucapnya.
Senada, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro, Muji Martopo berharap di masa mendatang, kepemimpinan duo pemenang pilkada periode jabatan 2025-2030 itu dapat lebih meningkatkan kepuasan masyarakat.
“Alhamdulillah, kita menyambut baik kepuasan publik saat ini 78 persen, semoga pak Bupati dan Bu Wabup kedepan bisa meningkatkan kepuasaan publik, kinerja pemkab semakin meningkat. Kami jajaran forkopimda akan mendukung pemkab dalam upaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang pada akhirnya akan berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro,” harapnya.
Begitu pula Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Bojonegoro, Lasuri mengapresiasi atas kinerja 100 hari pemerintahan Pemkab Bojonegoro di bawah Bupati dan Wabup, Setyo Wahono dan Nurul Azizah.

Pencapaian keduanya yang tercatat oleh salah satu lembaga survei dari sisi kepuasan publik masuk 8 besar se Jatim dan dari sisi kinerja di bidang SDM di posisi 5 besar, bagi dia tentu sesuatu yang sangat prospektif dan memuaskan.
“Kalau kita lihat yang ada di posisi 5 besar hampir semuanya adalah kota madya tentu tidak bisa dibandingkan baik luas wilayah dan geografisnya, kalau Tuban itu sudah 2 periode ini. Jadi menurut kami kinerja 100 hari pertama ini tentu dari kaca mata obyektip dari fraksi kami memuaskan,” papar politikus kawakan ini.
Pihaknya mengingatkan, bahwa 100 hari kerja itu bukan akhir dari sebuah pekerjaan tapi awal yang menurutnya butuh konsistensi dan peningkatan maupun penajaman kinerja, misi misi bupati dan wabup harus direalisasikan dalam bentuk kinerja agar tiga tantangan besar Bojonegoro betul-betul bisa diatasi.
Tiga permasalahan besar itu adalah tingkat kemiskinan yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang rendah dan tingkat pengangguran terbuka yang besar.
Secara pribadi, kepartaian, dan ketua fraksi, Lasuri mendukung sepenuhnya beberapa program Wahono-Nurul yang pro rakyat diantaranya adalah Gayatri, BPJS ketenagakerjaan bagi masyarakat rentan, Dana Abadi, dan Digitalisasi kesehatan.
“Semua itu tentu benar-benar harus disosialisasikan sampai ke lapisan masyarakat terbawah. Saya sebagai ketua partai dan ketua fraksi memberikan dukungan sepenuhnya kinerja-kinerja yang pro rakyat kepada Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro,” tandasnya.(fin)






