Hari Otoda Bertabur Piala, Bupati Setyo Wahono Tekankan SDM dan Pemerintahan Bersih

Peringatan hari Otoda
SIMBOLIS : Bupati Setyo Wahono didampingi Wabup Nurul Azizah sedang memberikan apresiasi kepada perwakilan siswa-siswi berprestasi di peringatan hari Otoda ke-30 tahun.(ist/prokopim)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-30 sekaligus Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro, Kamis (07/05/2026).

‎Dua peringatan dihelat sekaligus dalam satu upacara ini bertabur gemerlap piala sebagai tanda penghargaan bagi siswa-siswi berprestasi dan pejabat pemerintah setempat.

‎Momentum peringatan Hari Otoda dan Hardiknas ini menjadi penguatan komitmen lintas sektor dalam membangun birokrasi yang efektif sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing demi mewujudkan masyarakat Bojonegoro yang maju dan sejahtera.

‎Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono sebagai inspektur upacara. Hadir mendampingi Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Sekretaris Daerah, jajaran kepala OPD, camat, serta staf di lingkungan Pemkab Bojonegoro.

Upacara peringatan hari Otoda
Para siswa-siswi dan jajaran kepala OPD, serta camat, antusias mengikuti upacara peringatan hari Otoda ke-30 tahun di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro.(ist/prokopim)

‎Dalam amanatnya, Bupati Setyo Wahono menyampaikan, bahwa peringatan Hari Otoda dengan tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita” mengandung makna penting tentang pemanfaatan kewenangan daerah untuk menghadirkan pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Baca Juga :   Banjir Bandang Melanda Dusun Sugihan dan Genangi 120 Rumah Warga

‎“Pembangunan daerah harus selaras dengan visi besar pembangunan nasional,” ujar Bupati Wahono.

‎Menurutnya, semangat Asta Cita menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM), pemerataan pembangunan, serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

‎Pada peringatan Hardiknas 2026 bertema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Wahono juga menegaskan, bahwa kualitas pendidikan menjadi penentu masa depan bangsa.

‎“Pendidikan berkualitas menjadi fondasi lahirnya generasi unggul,” katanya dalam keterangan tertulis diterima Suarabanyuurip.com dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah (Prokopim Setda) Kabupaten Bojonegoro.

‎Putra Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini mengajak seluruh elemen, mulai pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, hingga dunia usaha untuk berkolaborasi menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif di Bojonegoro.

Peringatan hari Otoda
Para siswa-siswi foto bersama Bupati Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah diacara peringatan hari Otoda ke-30 tahun di Gedung Putih Pemkab Bojonegoro.

‎Pemkab Bojonegoro, lanjut Mas Wahono, sapaan akrabnya, terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan sarana prasarana, peningkatan kompetensi guru, serta pengembangan literasi dan numerasi guna memperkuat karakter siswa.

Baca Juga :   Cegah Korupsi, Bupati Bojonegoro Terbitkan Surat Edaran Tolak Gratifikasi

‎“Otonomi daerah yang kuat harus didukung sistem pendidikan berkualitas,” tegasnya.

‎Usai pelaksanaan upacara, dilakukan penyerahan penghargaan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro, Edi Susanto atas capaian prestasi penyelenggaraan pemerintahan daerah.

‎Berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025, Pemkab Bojonegoro berhasil meraih skor 3,5533 dengan status Kinerja Tinggi.

‎Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian apresiasi kepada perwakilan siswa-siswi berprestasi yang telah mengharumkan nama Kabupaten Bojonegoro melalui capaian akademik maupun non-akademik.(fin/adv/prokopim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait