SuaraBanyuurip.com – Keluarga miskin di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah merasakan hasil dari bantuan program domba kesejahteraan. Pemerintah Kabupaten (pemkab) kembali akan menyalurkan bantuan domba kesejahteraan bagi 3.325 keluarga penerima manfaat (KPM) pada tahun anggaran 2026 ini.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, drh. Indra Firmansyah menyampaikan, program domba kesejahteraan merupakan upaya Pemkab Bojonegoro meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui sektor peternakan.
“Tahun 2026 ini sasarannya 3.325 KPM,” tegasnya.
Indra menjelaskan, setiap KPM nantinya akan menerima bantuansepasang domba jantan dan betina serta pakan konsentrat sebanyak 100 kilogram sebagai stimulan awal pengembangan usaha ternak.
“Polanya sama dengan Gayatri. Penerima manfaat mengacu data resmi pemerintah, DTSEN atau Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional,” tegasnya.
Seluruh calon penerima program domba kesejahteraan akan melalui proses verifikasi lapangan. Juga mendapat bimbingan teknis sebelum bantuan disalurkan.
“Ini penting agar bantuan tepat sasaran sekaligus memastikan kesiapan KPM dalam mengelola ternak,” tandas Indra.
Program ini diharapkan mampu memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat miskin. Bantuan domba dinilai sebagai aset produktif yang relatif mudah dalam perawatan serta dapat dijadikan usaha sampingan bagi keluarga.
“Melalui program ini, kami berharap masyarakat dapat meningkatkan pendapatan dari hasil pengembangan ternak,” ujarnya.
Disnakkan mengingatkan KPM bisa menjalakan manajemen usaha yang baik. Hasil penjualan produk turunan ternak perlu dikelola secara bijak untuk mendukung keberlanjutan usaha, termasuk pengembangan populasi ternak ke depan.
“Dengan perencanaan matang dan pendampingan berkelanjutan, kami yakin program ini mampu menjadi salah satu pendorong kemandirian ekonomi masyarakat Bojonegoro,” pungkasnya.
Domba Bantuan Berkembang Biak
Pemkab Bojonegoro telah menggulirkan program domba kesejahteraan sejak 2024. Jumlah bantuan domba yang disalurkan sebanyak 2.640 ekor untuk 1.300 KPM. Sementara di tahun 2025, sebanyak 2.400 ekor untuk 1.200 KPM.
KPM program domba kesejahteraan telah merasakan hasilnya. Belum ada dua tahun, bantuan dua ekor domba sudah berkembangbiak hingga menjadi sepuluh ekor.
Salah satu KPM, Sukir mengaku mendapat bantuan dari Pemkab Bojonegoro pada Oktober 2024. Dari bantuan sepasang domba sekrang sudah menjadi sepuluh ekor. Bantuan seekor domba betina sudah beranak tiga kali. Sementara peranakannya telah beranak sekali.
“Sekarang yang peranakannya sudah ada yang bunting lagi,” kata warga RT 09/RW 03 Dusun Dalem, Desa Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander itu.
Menurut Sukir, perawatan domba cukup mudah. Bisa dilakukan di sela-sela pekerjaanya sebagai buruh serabutan. Selain itu juga cepat mendapatkan hasil. Seekor domba betina dalam setahun bisa beranak dua kali.
“Apalagi kalau pakannya dikasih selingan rumput gajah. Cepat kawin dan bunting,” jelasnya.
Senada disampaikan KPM lainnya, Dwi Wijaksono (42). Ia mengaku telah merasakan hasil dari bantuan domba kesejahteraan. Sepasang domba bantuan sekarang sudah berkembangbiak menjadi enam ekor.
“Dua kali beranak, anaknya satu-satu dan jantan semua. Ketiga ini akanya dua ekor, jantan dan betina,” sambung Warga RT 12/RW 03 Desa Ngumpakdalem.
Sono mengaku belum berkeinginan menjual peranakan kambingnya. Mereka berharap kambingnya terus berkembangbiak menjadi banyak.
“Bantuan ini sangat membantu keluarga tidak mampu seperti kami. Sebab nanti peranakannya kalau sudah banyak bisa dijual untuk kebutuhan keluarga,” pungkasnya.(red)





