Ratusan Pemuda Mojodelik Desa Penghasil Migas Blok Cepu Menganggur, Ini Harapan Mereka

Lapangan Migas Banyu Urip Blok Cepu.
Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dikelola EMCL menyumbang 25 persen dari total produksi minyak nasional.(arifin jauhari)

Suarabanyuurip.com – M. Alamsyah Syarifudin

Bojonegoro – Jumlah pengangguran di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mencapai ratusan. Pemuda di desa penghasil minyak lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, ini berharap mendapat pelatihan keterampilan dan penyediaan lapangan pekerjaan.

Ketua Karang Taruna Desa Mojodelik, Bayu Ali Syahbana mengatakan, jumlah pemuda Mojodelik yang menganggur mencapai 216 orang. Mereka rerata lulusan SMA/SMK.

Menurut Bayu, pemuda Mojodelik sebagian besar telah memiliki keterampilan, karena sebelumnya mereka pernah bekerja di proyek konstruksi lapangan minyak Banyu Urip, lapangan unitisasi gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) dan pabrik. Namun setelah proyek konstruksi selesai, mereka banyak yang tidak bekerja.

“Saya rasa masih banyaknya pengangguran ini karena minimnya lapangan pekerjaan khususnya di Bojonegoro,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Rabu (4/6/2025).

Sebenarnya, lanjut Bayu, banyak dari pemuda Mojodelik yang dulunya pekerja di proyek Banyu Urip dan pabrik, sekarang keterampilannya lebih berkembang ke bidang desain, editing, pembuatan konten, dan lainya.

“Terkait keterbatasan lapangan pekerjaan, beberapa dari temen-teman juga sudah memulai usaha pribadi di bidangnya masing-masing. Ada yang buka usaha percetakan, bahkan ada juga memulai menjadi konten kreator baik di tiktok hingga capcut,” bebernya.

Baca Juga :   BPN Tunggu Tim Appraisal Tunjukan SKK Migas

Bayu berharap ada pelatihan bagi pemuda Mojodelik untuk menambah bakat dan keterampilan mereka. Selain itu juga pendampingan agar para pemuda bisa menyalurkan bakat dan keterampilannya sehingga memperoleh sumber penghasilan.

“Tidak kalah pentingnya lapangan pekerjaan diperbanyak lagi agar bisa menampung pemuda yang belum bekerja,” pungkasnya.

Pemuda Mojodelik.
Pemuda Mojodelik, Kecamatan Gayam saat berkumpul untuk berdiskusi.

Senada disampaikan Kepala Desa Mojedelik, Yuntik Rahayu. Menurutnya, para pemuda penting mendapat pelatihan keterampilan agar mereka bisa mandiri, dan menciptakan serta menangkap peluang usaha. Sebab, mereka sekarang ini tidak bisa hanya mengandalkan pekerjaan di proyek minyak Banyu Urip dan lapangan Gas JTB.

“Pekerjaan di proyek Exxon sekarang ini sangat terbatas, karena konstruksi sudah selesai. Kalaupun ada yang bekerja di situ atau tenaga kerja yang dibutuhkan jumlahnya sedikit sekali,” sambung Yuntik dikonfirmasi terpisah.

Yuntik mengungkapkan, penyebab masih banyaknya pengangguran di Desa Mojodelik dikarenakan banyak dari pemuda yang sebelumnya bekerja di proyek minyak Banyu Urip dan lapangan Gas JTB telah berakhir kontrak kerjanya.

Baca Juga :   Habis Kontrak, Sebanyak 4.127 Naker JTB Kehilangan Pekerjaan

“Tetapi masih banyak pemuda Mojodelik yang bekerja di luar Jawa, seperti Papua dan Kalimantan. Mereka kebanyakan sudah memiliki pengalaman bekerja di proyek Exxon,” ungkap kepala desa dua periode ini.

Menurut Yuntik, Pemerintah Desa (Pemdes) Mojodelik sekarang ini terus berupaya memfasilitasi pemberian pelatihan keterampilan untuk para pemuda. Tujuannya agar mereka lebih inovatif menangkap peluang usaha.

“Sebagai contoh dibidang teknologi seperti penjualan online diplatform tiktok. Dan, sekarang ini warga sudah banyak yang mengembangkan usaha peternakan. Inilah yang terus kita dorong agar warga bisa mendapat penghasilan,” tegasnya.

Selain itu, tambah Yuntik, Pemdes Mojodelik juga akan mengembangkan UMKM dan memaksimalkan peran BUMDes untuk menampung dan memasarkan hasil produksi usaha.

“Kedepan rencana kita seperti itu. Agar bisa memberikan tambahan pendapatan keluarga, sehingga dapat mempercepat peningkatkan ekonomi warga,” pungkasnya.(lam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait