SuaraBanyuurip.com – M. Alamsyah Syarifudin
Bojonegoro – Kebanyakan orang sering menganggap remeh karcis bus setelah membayar. Tak jarang, kebiasaan penumpang ada yang membuang begitu saja, atau bahkan mengabaikannya. Padahal, ada beberapa manfaat jika karcis bus disimpan sebelum sampai ke tujuan.
“Wah, saya ndak pernah nyimpeni karcis bus, Mas. Kalau habis bayar terus dapat karcis ya tak buang,” ungkap salah satu pemuda Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Sumbito, perihal kebiasaannya saat bepergian naik bus.
Salah satu kondektur dari Perusahaan Otobus PT. Bintang Mas, Andri menyayangkan, jika karcis yang diterima penumpang tidak disimpan secara baik sebelum penumpang tiba ke tujuan, baik orangnya maupun barang bawaannya.
Sebab, karcis bus dikatakan bukan hanya alat bukti pembayaran saja, tetapi juga sebagai jaminan kepada penumpang manakala ada barang tertinggal. Melalui karcis yang dimiliki, pihaknya sebagai kondektur bisa mengecek barang tertinggal di bus apakah ini benar barang tertinggal di bus yang dinaiki atau di bus lain.
“Makanya di karcis itu tercantum plat nomor bus, agar si pelapor mudah mendapatkan informasi jika barangnya tertinggal,” kata Andri di Terminal Rajekwesi.

Terpisah, Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Rajekwesi Bojonegoro, Budi Sugiarto membenarkan, bahwa karcis memiliki fungsi penting. Karcis bus juga memiliki peran ganda, baik bagi penumpang maupun bagi perusahaan bus, dalam memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan.
“Karcis bus itu sebagai jaminan atau asuransi bagi penumpang. Sebab bisa saja terjadi, penumpang mengalami barang bawaannya tertinggal atau hilang ketika naik bus,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Senin (16/6/2025).
Dijelaskan, beberapa fungsi penting karcis bus, selain sebagai bukti pembayaran dan identifikasi penumpang serta sebagai catatan perjalanan yang sah. Fungsi-fungsi tersebut antara lain, sebagai pencatatan rute, berperan dalam pengendalian jumlah penumpang dan keamanan.
“Banyak kejadian penumpang lupa sehingga barang bawaan tertinggal, hal yang pertama saya tanyakan adalah menunjukan karcisnya, agar mempermudah pengelola terminal mendapatkan barang tersebut, apakah barang hilang atau ketinggalan di dalam bus,” ujarnya.
Kendati, selain karcis, lanjut Budi, ada instrumen lain yang mendukung keamanan dan kenyamanan para penumpang. Diantaranya, untuk saat ini bus sudah dilengkapi kamera pengawas dan juga GPS, agar PO Bus bisa mengawasi sopir dan keadaan di dalam bus. Kamera ini jumlahnya ada dua terpasang dalam bus.
Disebutkan, kamera pertama berada di depan berguna untuk bisa mengetahui, jika misalkan bus mengalami kecelakaan, bisa di cek di kamera apakah kecelakaan tunggal atau keterlibatan bus dengan pengendara lain.
Lalu, kamera kedua berfungsi untuk melihat situasi di dalam bus, apakah ada tindak kejahatan dan mengawasi situasi penumpang, serta mengetahui jumlah penumpang.
“Selanjutnya, pemasangan GPS berguna untuk mengawasi posisi bus dan pengemudinya, karena posisi bus dapat diketahui secara real time. Meski begitu, kembali saya sarankan, jangan buang karcis sebelum penumpang dan barang bawaan tiba di tujuan,” tandas Budi.(alam/fin)





